· 6 years ago · Sep 22, 2019, 03:33 AM
1-- phpMyAdmin SQL Dump
2-- version 3.2.0.1
3-- http://www.phpmyadmin.net
4--
5-- Host: localhost
6-- Generation Time: Nov 30, 2010 at 11:04 AM
7-- Server version: 5.1.36
8-- PHP Version: 5.3.0
9
10SET SQL_MODE="NO_AUTO_VALUE_ON_ZERO";
11
12
13/*!40101 SET @OLD_CHARACTER_SET_CLIENT=@@CHARACTER_SET_CLIENT */;
14/*!40101 SET @OLD_CHARACTER_SET_RESULTS=@@CHARACTER_SET_RESULTS */;
15/*!40101 SET @OLD_COLLATION_CONNECTION=@@COLLATION_CONNECTION */;
16/*!40101 SET NAMES utf8 */;
17
18--
19-- Database: `ptbromo2`
20--
21
22-- --------------------------------------------------------
23
24--
25-- Table structure for table `customers`
26--
27
28CREATE TABLE IF NOT EXISTS `customers` (
29 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
30 `name` varchar(20) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
31 `email` varchar(80) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
32 `address` varchar(80) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
33 `phone` varchar(20) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
34 `dob` varchar(15) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
35 `postcode` int(5) NOT NULL,
36 `city` varchar(100) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
37 `bank_payment` varchar(30) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
38 `note` text COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
39 `date` varchar(10) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
40 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '0',
41 PRIMARY KEY (`id`)
42) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=42 ;
43
44--
45-- Dumping data for table `customers`
46--
47
48
49-- --------------------------------------------------------
50
51--
52-- Table structure for table `isiyourmailer`
53--
54
55CREATE TABLE IF NOT EXISTS `isiyourmailer` (
56 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
57 `name` varchar(255) NOT NULL,
58 `email` varchar(255) NOT NULL,
59 `nohp` varchar(255) NOT NULL,
60 `pesan` text NOT NULL,
61 `dt` timestamp NOT NULL DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP ON UPDATE CURRENT_TIMESTAMP,
62 PRIMARY KEY (`id`)
63) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=9 ;
64
65--
66-- Dumping data for table `isiyourmailer`
67--
68
69INSERT INTO `isiyourmailer` (`id`, `name`, `email`, `nohp`, `pesan`, `dt`) VALUES
70(8, 'asasasaaaa', 'rico_wijaya@ymail.com', 'aaa', 'HELOo WOFLD', '2010-11-27 20:30:04'),
71(7, 'asasasaaaa', 'junaidyanton@gmai.com', 'aaa', 'aaaeeeeeeeeeeee', '2010-11-27 20:17:57'),
72(6, 'asasasaaaa', 'junaidyanton@gmail.com', 'aa', 'aaaaaaa', '2010-11-27 20:00:04');
73
74-- --------------------------------------------------------
75
76--
77-- Table structure for table `ms_account`
78--
79
80CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_account` (
81 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
82 `description` text NOT NULL,
83 `bank_name` varchar(100) NOT NULL,
84 PRIMARY KEY (`id`)
85) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=3 ;
86
87--
88-- Dumping data for table `ms_account`
89--
90
91
92-- --------------------------------------------------------
93
94--
95-- Table structure for table `ms_addnewcontent`
96--
97
98CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_addnewcontent` (
99 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
100 `title_en` varchar(255) NOT NULL,
101 `title_in` varchar(255) NOT NULL,
102 `description_en` text NOT NULL,
103 `description_in` text NOT NULL,
104 `image` text NOT NULL,
105 `position` varchar(255) NOT NULL,
106 `date` varchar(10) NOT NULL,
107 `status` int(1) NOT NULL,
108 PRIMARY KEY (`id`)
109) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=37 ;
110
111--
112-- Dumping data for table `ms_addnewcontent`
113--
114
115INSERT INTO `ms_addnewcontent` (`id`, `title_en`, `title_in`, `description_en`, `description_in`, `image`, `position`, `date`, `status`) VALUES
116(12, 'Preview: Fokus Pada Barisan Depan ', 'Preview: Fokus Pada Barisan Depan ', '<p><strong>Bola.net</strong> - Fokus bagi <strong>Palermo</strong> dan <strong>AS Roma</strong>menjelang pertemuan mereka pada akhir pekan ini sama-sama terpusat pada barisan pemain depan mereka terutama setelah penampilan mereka selama sepekan ini.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Melawan <strong>Cesena</strong>, <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Fabrizio Miccoli" href="http://www.bola.net/profile/fabrizio_miccoli"><strong>Fabrizio Miccoli</strong></a> telah mencetak gol pertamanya sejak pulih kembali dari cederanya selama 6 bulan. Dia juga berhasil mendapatkan kepercayaan dari pelatih Delio Rossi, untuk menggunakannya dalam formasi pohon Natal yang dipakainya. <strong>Javier Pastore</strong> dan <strong>Josip Ilicic</strong>bermain di belakangnya untuk memberikan umpan-umpan matang padanya.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Miccoli di awal musim ini sempat menyatakan keraguannya bisa cocok dengan formasi yang dipakai timnya. Tetapi akhirnya dia bisa merasakan banyaknya peluang yang dia dapat dari formasi ini.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Kembalinya Miccoli ini tepat pada saat <strong>Abel Hernandez</strong> dan <strong>Mauricio Pinilla</strong> mengalami masalah. Keduanya hanya bisa duduk selama latihan timnya di pertengahan minggu ini, karena masih memulihkan diri dari cedera mereka masing-masing. Bersama bek Matteo Darmian, ketiganya akan absen dalam pertandingan besok malam.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Sementara itu <strong>Fabio Liverani</strong> sudah kembali berlatih setelah hampir dua bulan absen karena cedera. Gelandang ini nampaknya akan tetap berada di bangku cadangan karena klubnya tidak ingin terlalu cepat memaksanya bermain penuh.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Roma sekarang adalah salah satu tim yang tengah berada dalam performa bagus di liga. Mereka sadar kemenangan besok akan bisa membuat mereka benar-benar kembali dalam jalur perebutan gelar.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong>David Pizarro</strong> dan <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Francesco Totti" href="http://www.bola.net/profile/francesco_totti"><strong>Francesco Totti</strong></a>, yang hanya diturunkan sebagai pemain pengganti pada pertengahan minggu ini lawan Bayern, nampaknya akan turun sejak awal besok.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><a class="bluelink" title="Lihat Biografi Claudio Ranieri" href="http://www.bola.net/profile/claudio_ranieri"><strong>Claudio Ranieri</strong></a> masih belum bisa menurunkan <strong>Stefano Okaka</strong>, <strong>Rodrigo Taddei</strong> dan <strong>Simone Perrotta</strong> karena masih cedera. Sedangkan <strong>Nicolas Burdisso</strong> masih menjalani skorsing.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Setelah berhasil mengalahkan Bayern, Totti menyarankan timnya beralih memakai formasi 4-2-3-1 untuk mengeluarkan potensi menyerang dari timnya.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Namun empat orang di depan akan membuat pertahanan <em>Giallorossi</em> menjadi lebih rentan menghadapi <em>counter attack</em>. Hal ini tentunya tidak ingin Roma lihat di akhir pekan ini.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong>Perkiraan Susunan Pemain:</strong><br /><strong>Palermo (4-3-2-1):</strong> Sirigu; Cassani, Munoz, Bovo, Balzaretti; Migliaccio, Bacinovic, Nocerino; Ilicic, Pastore; Miccoli</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong>Roma (4-3-1-2):</strong> Julio Sergio; Cassetti, Mexes, Juan, Riise; Simplicio, Pizarro, De Rossi; Menez; Totti, Borriello. <strong>(foti/cax)</strong></p>', '<p><strong>Bola.net</strong> - Fokus bagi <strong>Palermo</strong> dan <strong>AS Roma</strong>menjelang pertemuan mereka pada akhir pekan ini sama-sama terpusat pada barisan pemain depan mereka terutama setelah penampilan mereka selama sepekan ini.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Melawan <strong>Cesena</strong>, <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Fabrizio Miccoli" href="http://www.bola.net/profile/fabrizio_miccoli"><strong>Fabrizio Miccoli</strong></a> telah mencetak gol pertamanya sejak pulih kembali dari cederanya selama 6 bulan. Dia juga berhasil mendapatkan kepercayaan dari pelatih Delio Rossi, untuk menggunakannya dalam formasi pohon Natal yang dipakainya. <strong>Javier Pastore</strong> dan <strong>Josip Ilicic</strong>bermain di belakangnya untuk memberikan umpan-umpan matang padanya.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Miccoli di awal musim ini sempat menyatakan keraguannya bisa cocok dengan formasi yang dipakai timnya. Tetapi akhirnya dia bisa merasakan banyaknya peluang yang dia dapat dari formasi ini.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Kembalinya Miccoli ini tepat pada saat <strong>Abel Hernandez</strong> dan <strong>Mauricio Pinilla</strong> mengalami masalah. Keduanya hanya bisa duduk selama latihan timnya di pertengahan minggu ini, karena masih memulihkan diri dari cedera mereka masing-masing. Bersama bek Matteo Darmian, ketiganya akan absen dalam pertandingan besok malam.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Sementara itu <strong>Fabio Liverani</strong> sudah kembali berlatih setelah hampir dua bulan absen karena cedera. Gelandang ini nampaknya akan tetap berada di bangku cadangan karena klubnya tidak ingin terlalu cepat memaksanya bermain penuh.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Roma sekarang adalah salah satu tim yang tengah berada dalam performa bagus di liga. Mereka sadar kemenangan besok akan bisa membuat mereka benar-benar kembali dalam jalur perebutan gelar.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong>David Pizarro</strong> dan <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Francesco Totti" href="http://www.bola.net/profile/francesco_totti"><strong>Francesco Totti</strong></a>, yang hanya diturunkan sebagai pemain pengganti pada pertengahan minggu ini lawan Bayern, nampaknya akan turun sejak awal besok.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><a class="bluelink" title="Lihat Biografi Claudio Ranieri" href="http://www.bola.net/profile/claudio_ranieri"><strong>Claudio Ranieri</strong></a> masih belum bisa menurunkan <strong>Stefano Okaka</strong>, <strong>Rodrigo Taddei</strong> dan <strong>Simone Perrotta</strong> karena masih cedera. Sedangkan <strong>Nicolas Burdisso</strong> masih menjalani skorsing.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Setelah berhasil mengalahkan Bayern, Totti menyarankan timnya beralih memakai formasi 4-2-3-1 untuk mengeluarkan potensi menyerang dari timnya.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p>Namun empat orang di depan akan membuat pertahanan <em>Giallorossi</em> menjadi lebih rentan menghadapi <em>counter attack</em>. Hal ini tentunya tidak ingin Roma lihat di akhir pekan ini.</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong>Perkiraan Susunan Pemain:</strong><br /><strong>Palermo (4-3-2-1):</strong> Sirigu; Cassani, Munoz, Bovo, Balzaretti; Migliaccio, Bacinovic, Nocerino; Ilicic, Pastore; Miccoli</p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong>Roma (4-3-1-2):</strong> Julio Sergio; Cassetti, Mexes, Juan, Riise; Simplicio, Pizarro, De Rossi; Menez; Totti, Borriello. <strong>(foti/cax)</strong></p>', 'img-e3d26c3d820eca2e984dcd54015d37b7.jpg', 'projects', '27/11/2010', 1),
117(14, 'Prediksi Hasil El Clasico ', 'Prediksi Hasil El Clasico ', '<p><strong>HELLOWBola.net</strong> - <strong>Oleh: Chandra Wijaya</strong></p>\r\n<p>Laga <em>El Clasico</em> pada hari Selasa (30/11) antara<strong>Barcelona</strong> dan <strong>Real Madrid</strong> memang sangat spesial, karena selain mempertemukan 2 kekuatan terbesar dalam sepak bola Spanyol, juga karena keduanya sedang dalam performa terbaiknya.</p>\r\n<p>Kedua tim ini mencatatkan hasil yang gemilang pada musim ini, dengan begitu jarangnya mereka kehilangan poin selama pertandingan di Liga Spanyol. Karena itu <em>El Clasico</em> kali ini begitu ditunggu oleh banyak publik, terutama dianggap sebagai penentu siapa yang paling berpeluang mendapatkan gelar juara di akhir musim nanti.</p>\r\n<p>Melihat begitu spesialnya laga kali ini, maka tidak heran begitu banyak prediksi yang bermunculan tentang hasil dari El Clasico kali ini. Bahkan banyak pihak selain dari Barcelona dan Madrid juga ikut memberikan prediksinya tentang laga yang sudah dipastikan akan berjalan cukup panas ini. Tentu saja dari prediksi itu ada yang mendukung salah satu tim, ada juga yang memperkirakan pertandingan itu akan berakhir imbang.</p>\r\n<p>Mantan pemain legendaris Barcelona, <strong>Hristo Stoichkov</strong>, merasa bahwa mantan timnya itu masih menjadi favorit jelang laga <em>El Clasico</em> akhir pekan ini, namun ia tetap menganggap bahwa sang lawan, Real Madrid akan menjadi tim yang berbahaya.</p>\r\n<p>"Barcelona, bermain di kandang. Itu merupakan nilai plus," ucap <strong>Stoichkov</strong> pada wawancaranya dengan <em>Cadena COPE</em>. "Hal itu akan membuat mereka lebih kuat, semua orang dalam tim tahu apa yang harus dilakukan dan para pemain akan lebih memiliki determinasi."</p>\r\n<p>Mantan pemain Madrid, <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Guti" href="http://www.bola.net/profile/guti"><strong>Guti</strong></a>, mengatakan <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Jose Mourinho" href="http://www.bola.net/profile/jose_mourinho"><strong>Jose Mourinho</strong></a> akan membawakan kemenangan bagi timnya atas Barca karena dia memiliki semuanya.</p>\r\n<p>"Mourinho punya semuanya. Madrid juga bermain lebih bagus daripada Barcelona. Jadi mereka akan menang di Nou Camp," kata Guti dengan yakin.</p>\r\n<p>Pelatih <strong>Deportivo La Coruna</strong>, Miguel Angel Lotina, lebih memilih mengatakan kalau kedua tim itu sama kuatnya karena itu semua hasil kemungkinan akan bisa terjadi.</p>\r\n<p>"Bagi saya, kedua tim itu makin bagus, dan keduanya tidak pernah sekuat sekarang," katanya.</p>\r\n<p>"Mereka adalah tim dengan dua gaya bermain yang berbeda. Madrid memang adalah tim yang menguasai bola lebih sedikit tetapi juga memainkan sepak bola yang sangat bagus dan menyerang."</p>\r\n<p>"Semua orang menyebutkan nama <strong>Messi</strong> dan <strong>Ronaldo</strong>, tetapi jangan lupa kalau ada juga Casillas, Xavi, Iniesta, Sergio Ramos dan Xabi Alonso. Dengan tipe pemain seperti itu, apa pun bisa terjadi."</p>\r\n<p>Manajer <strong>Birmingham City</strong>, Alex McLeish, mendukung Jose Mourinho untuk memenangkan <em>El Clasico</em>.</p>\r\n<p>"Mourinho telah membuktikan sebagai juara di setiap klub yang dia latih. Saya tidak pernah berani bertaruh melawan Mourinho dalam El Clasico," jelasnya.</p>\r\n<p>Presiden <strong>Atletico Madrid</strong>, Enrique Cerezo, mengaku tidak tertarik dengan El Clasico karena tidak melibatkan timnya dan bahkan berharap keduanya kalah.</p>\r\n<p>"Jika kedua tim bisa kalah dalam pertandingan itu, saya akan sangat senang. Tapi jelas itu tidak bisa, jadi saya berharap kalau tim terbaik yang akan menang," katanya singkat.</p>\r\n<p>Perdana Menteri Spanyol, Jose Luis Zapatero, memprediksikan Barcelona akan menang 4-2 atas <strong>Real Madrid</strong>.</p>\r\n<p>Dia sebelumnya sudah mengakui kalau menjadi fans berat dari <em>Blaugrana</em> dan mengeluarkan pujiannya pada tim juara juara Spanyol itu, "Barcelona mengumpulkan kecerdasan yang ada dalam sepak bola dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar olahraga kontak fisik. Kadang-kadang mereka mengingatkan saya pada permainan catur."</p>\r\n<p>Kapten <strong>Arsenal</strong>, <strong>Cesc Fabregas</strong>, mengaku kalau dia berharap Barcelona bisa mengalahkan Real Madrid.</p>\r\n<p>"Sebagai seorang <em>Cule</em>, saya ingin Barcelona yang menang. Tetapi secara profesional, <em>El Clasico</em> selalu menjadi pertandingan sensasional di mana kedua klub berjuang mempertahankan sejarah mereka yang luar biasa. Tetapi Madrid jauh lebih baik dibandingkan dengan musim lalu. Saya melihat mereka lebih berbahaya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.</p>\r\n<p>Dengan beragamnya prediksi dari para pihak luar ini, kita lihat saja mana prediksi siapa yang benar Selasa nanti. <strong>(bola/cax)</strong></p>', '<p><strong>HELLOWBola.net</strong> - <strong>Oleh: Chandra Wijaya</strong></p>\r\n<p>Laga <em>El Clasico</em> pada hari Selasa (30/11) antara<strong>Barcelona</strong> dan <strong>Real Madrid</strong> memang sangat spesial, karena selain mempertemukan 2 kekuatan terbesar dalam sepak bola Spanyol, juga karena keduanya sedang dalam performa terbaiknya.</p>\r\n<p>Kedua tim ini mencatatkan hasil yang gemilang pada musim ini, dengan begitu jarangnya mereka kehilangan poin selama pertandingan di Liga Spanyol. Karena itu <em>El Clasico</em> kali ini begitu ditunggu oleh banyak publik, terutama dianggap sebagai penentu siapa yang paling berpeluang mendapatkan gelar juara di akhir musim nanti.</p>\r\n<p>Melihat begitu spesialnya laga kali ini, maka tidak heran begitu banyak prediksi yang bermunculan tentang hasil dari El Clasico kali ini. Bahkan banyak pihak selain dari Barcelona dan Madrid juga ikut memberikan prediksinya tentang laga yang sudah dipastikan akan berjalan cukup panas ini. Tentu saja dari prediksi itu ada yang mendukung salah satu tim, ada juga yang memperkirakan pertandingan itu akan berakhir imbang.</p>\r\n<p>Mantan pemain legendaris Barcelona, <strong>Hristo Stoichkov</strong>, merasa bahwa mantan timnya itu masih menjadi favorit jelang laga <em>El Clasico</em> akhir pekan ini, namun ia tetap menganggap bahwa sang lawan, Real Madrid akan menjadi tim yang berbahaya.</p>\r\n<p>"Barcelona, bermain di kandang. Itu merupakan nilai plus," ucap <strong>Stoichkov</strong> pada wawancaranya dengan <em>Cadena COPE</em>. "Hal itu akan membuat mereka lebih kuat, semua orang dalam tim tahu apa yang harus dilakukan dan para pemain akan lebih memiliki determinasi."</p>\r\n<p>Mantan pemain Madrid, <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Guti" href="http://www.bola.net/profile/guti"><strong>Guti</strong></a>, mengatakan <a class="bluelink" title="Lihat Biografi Jose Mourinho" href="http://www.bola.net/profile/jose_mourinho"><strong>Jose Mourinho</strong></a> akan membawakan kemenangan bagi timnya atas Barca karena dia memiliki semuanya.</p>\r\n<p>"Mourinho punya semuanya. Madrid juga bermain lebih bagus daripada Barcelona. Jadi mereka akan menang di Nou Camp," kata Guti dengan yakin.</p>\r\n<p>Pelatih <strong>Deportivo La Coruna</strong>, Miguel Angel Lotina, lebih memilih mengatakan kalau kedua tim itu sama kuatnya karena itu semua hasil kemungkinan akan bisa terjadi.</p>\r\n<p>"Bagi saya, kedua tim itu makin bagus, dan keduanya tidak pernah sekuat sekarang," katanya.</p>\r\n<p>"Mereka adalah tim dengan dua gaya bermain yang berbeda. Madrid memang adalah tim yang menguasai bola lebih sedikit tetapi juga memainkan sepak bola yang sangat bagus dan menyerang."</p>\r\n<p>"Semua orang menyebutkan nama <strong>Messi</strong> dan <strong>Ronaldo</strong>, tetapi jangan lupa kalau ada juga Casillas, Xavi, Iniesta, Sergio Ramos dan Xabi Alonso. Dengan tipe pemain seperti itu, apa pun bisa terjadi."</p>\r\n<p>Manajer <strong>Birmingham City</strong>, Alex McLeish, mendukung Jose Mourinho untuk memenangkan <em>El Clasico</em>.</p>\r\n<p>"Mourinho telah membuktikan sebagai juara di setiap klub yang dia latih. Saya tidak pernah berani bertaruh melawan Mourinho dalam El Clasico," jelasnya.</p>\r\n<p>Presiden <strong>Atletico Madrid</strong>, Enrique Cerezo, mengaku tidak tertarik dengan El Clasico karena tidak melibatkan timnya dan bahkan berharap keduanya kalah.</p>\r\n<p>"Jika kedua tim bisa kalah dalam pertandingan itu, saya akan sangat senang. Tapi jelas itu tidak bisa, jadi saya berharap kalau tim terbaik yang akan menang," katanya singkat.</p>\r\n<p>Perdana Menteri Spanyol, Jose Luis Zapatero, memprediksikan Barcelona akan menang 4-2 atas <strong>Real Madrid</strong>.</p>\r\n<p>Dia sebelumnya sudah mengakui kalau menjadi fans berat dari <em>Blaugrana</em> dan mengeluarkan pujiannya pada tim juara juara Spanyol itu, "Barcelona mengumpulkan kecerdasan yang ada dalam sepak bola dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar olahraga kontak fisik. Kadang-kadang mereka mengingatkan saya pada permainan catur."</p>\r\n<p>Kapten <strong>Arsenal</strong>, <strong>Cesc Fabregas</strong>, mengaku kalau dia berharap Barcelona bisa mengalahkan Real Madrid.</p>\r\n<p>"Sebagai seorang <em>Cule</em>, saya ingin Barcelona yang menang. Tetapi secara profesional, <em>El Clasico</em> selalu menjadi pertandingan sensasional di mana kedua klub berjuang mempertahankan sejarah mereka yang luar biasa. Tetapi Madrid jauh lebih baik dibandingkan dengan musim lalu. Saya melihat mereka lebih berbahaya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.</p>\r\n<p>Dengan beragamnya prediksi dari para pihak luar ini, kita lihat saja mana prediksi siapa yang benar Selasa nanti. <strong>(bola/cax)</strong></p>', 'img-d9da05543ff37a9143add00300a7d3bf.jpg', 'projects', '27/11/2010', 1),
118(15, 'Konvergensi Teknologi Darurat Merapi', 'Konvergensi Teknologi Darurat Merapi', '<p>Relawan dari Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta bergantian menyiarkan berbagai informasi seputar Merapi secara nonstop dari studio mini darurat di media center Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dipancarkan di frekuensi 100,2 FM.<br /><br />Kamis malam itu, lain dari malam lainnya. Saat mata mulai terpejam, terdengar suara aneh mirip hujan, tapi tak tampak ada air. Ternyata Gunung Merapi mengeluarkan hujan pasir di seputaran Yogyakarta bagian utara. Daerah rawan bencana segera diperluas menjadi radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi.<br /><br />Puluhan ribu pengungsi menempati barak yang tersebar di seputar sabuk Merapi. Karena sebagian barak tersebut berada dalam radius rawan, pemindahan pengungsi segera dilakukan.<br /><br />Beruntung, ada sekelompok masyarakat yang telah menggelar jaring komunikasi menggunakan radio pada frekuensi 149,070 MHz. Melalui radio komunikasi, komunitas Balerante ini terus-menerus menyuguhkan laporan visual terhadap Merapi. Secara bergantian selama 24 jam, informasi terkini dapat tersalur dengan cepat, dengan menampung laporan dari berbagai pengguna radio di berbagai lokasi di seputar Merapi.<br /><br />Beberapa hari sebelum letusan besar itu, siaran radio komunikasi Balerante telah dipancarulangkan juga melalui media <em>web streaming</em>. Ada empat server utama (combine, jogjastreamers.com, telkom speedy, dan komunikasi.net), ditambah sumbangan enam <em>server relay</em> lainnya. Untuk pengguna layanan Blackberry pun disediakan sambungan khusus.<br /><br />Para relawan juga saling berkomunikasi via Twitter. Menggalang bantuan dari masyarakat yang lebih luas, saling berbagi tugas dan informasi penting, bahkan mengorganisasi pertukaran logistik jika salah satu pos sudah berlebih. Internet membuat semua pihak yang ingin berpartisipasi menjadi setara dan sederajat tanpa kesulitan birokrasi yang biasanya berbelit. Keesokan harinya, bantuan tersedia dalam jumlah cukup dan distribusi yang lumayan rapi, berkat sumbangan masyarakat dan kerja keras relawan.<br /><br />Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia wilayah Yogyakarta menggagas siaran radio FM khusus tanggap bencana ini. Ide awal yang sederhana bahwa radio FM ini bisa me-<em>relay</em> siaran radio komunikasi.<br /><br />Ide ini ditindaklanjuti dengan sangat cepat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang langsung mengalokasikan frekuensi khusus 100,20 MHz di saluran FM untuk digunakan sebagai radio siaran tanggap Merapi. Format acara kemudian dibuat cukup serius, tidak sekadar relay.<br /><br />Berita-berita yang diangkat dalam siaran radio ini berasal dari sumber resmi pemerintah, rangkuman media jejaring dari internet seperti Twitter dan Facebook, berita-berita dari media massa, cuplikan dari radio komunikasi, dialog dengan pejabat terkait, bahkan laporan pandangan mata dari lapangan.<br /><br />Berbagai pihak turut mendukung terselenggaranya siaran ini: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Direktorat Frekuensi, Penyiaran, Badan Informasi Publik, serta Balai Monitoring Frekuensi Yogyakarta), BNPB, RRI, Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta, Arc|¦Alpha245 Jakarta, Komisi Penyiaran Indonesia-Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, PRSSNI Yogyakarta, dan APKOMINDO Yogyakarta.<br /><br />Siaran 24 jam dilakukan di studio mini dan darurat di media center BNPB, diawaki tenaga kreatif penuh semangat dari Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta, dan kemudian di-streaming-kan dengan jaringan internet ke dua pemancar FM yang digunakan bergiliran.<br /><br />Siaran ini juga bisa didengar di situs Jogjastreamers.com, serta relay di channel 55 TV cable Jogjamedianet. Sebuah konvergensi media dan teknologi yang selama ini baru sekadar angan- angan, diwujudkan dengan radio yang sederhana ini.<br /><br /><em>Valens Riyadi, Relawan</em></p>', '<p>Relawan dari Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta bergantian menyiarkan berbagai informasi seputar Merapi secara nonstop dari studio mini darurat di media center Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dipancarkan di frekuensi 100,2 FM.<br /><br />Kamis malam itu, lain dari malam lainnya. Saat mata mulai terpejam, terdengar suara aneh mirip hujan, tapi tak tampak ada air. Ternyata Gunung Merapi mengeluarkan hujan pasir di seputaran Yogyakarta bagian utara. Daerah rawan bencana segera diperluas menjadi radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi.<br /><br />Puluhan ribu pengungsi menempati barak yang tersebar di seputar sabuk Merapi. Karena sebagian barak tersebut berada dalam radius rawan, pemindahan pengungsi segera dilakukan.<br /><br />Beruntung, ada sekelompok masyarakat yang telah menggelar jaring komunikasi menggunakan radio pada frekuensi 149,070 MHz. Melalui radio komunikasi, komunitas Balerante ini terus-menerus menyuguhkan laporan visual terhadap Merapi. Secara bergantian selama 24 jam, informasi terkini dapat tersalur dengan cepat, dengan menampung laporan dari berbagai pengguna radio di berbagai lokasi di seputar Merapi.<br /><br />Beberapa hari sebelum letusan besar itu, siaran radio komunikasi Balerante telah dipancarulangkan juga melalui media <em>web streaming</em>. Ada empat server utama (combine, jogjastreamers.com, telkom speedy, dan komunikasi.net), ditambah sumbangan enam <em>server relay</em> lainnya. Untuk pengguna layanan Blackberry pun disediakan sambungan khusus.<br /><br />Para relawan juga saling berkomunikasi via Twitter. Menggalang bantuan dari masyarakat yang lebih luas, saling berbagi tugas dan informasi penting, bahkan mengorganisasi pertukaran logistik jika salah satu pos sudah berlebih. Internet membuat semua pihak yang ingin berpartisipasi menjadi setara dan sederajat tanpa kesulitan birokrasi yang biasanya berbelit. Keesokan harinya, bantuan tersedia dalam jumlah cukup dan distribusi yang lumayan rapi, berkat sumbangan masyarakat dan kerja keras relawan.<br /><br />Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia wilayah Yogyakarta menggagas siaran radio FM khusus tanggap bencana ini. Ide awal yang sederhana bahwa radio FM ini bisa me-<em>relay</em> siaran radio komunikasi.<br /><br />Ide ini ditindaklanjuti dengan sangat cepat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang langsung mengalokasikan frekuensi khusus 100,20 MHz di saluran FM untuk digunakan sebagai radio siaran tanggap Merapi. Format acara kemudian dibuat cukup serius, tidak sekadar relay.<br /><br />Berita-berita yang diangkat dalam siaran radio ini berasal dari sumber resmi pemerintah, rangkuman media jejaring dari internet seperti Twitter dan Facebook, berita-berita dari media massa, cuplikan dari radio komunikasi, dialog dengan pejabat terkait, bahkan laporan pandangan mata dari lapangan.<br /><br />Berbagai pihak turut mendukung terselenggaranya siaran ini: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Direktorat Frekuensi, Penyiaran, Badan Informasi Publik, serta Balai Monitoring Frekuensi Yogyakarta), BNPB, RRI, Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta, Arc|¦Alpha245 Jakarta, Komisi Penyiaran Indonesia-Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, PRSSNI Yogyakarta, dan APKOMINDO Yogyakarta.<br /><br />Siaran 24 jam dilakukan di studio mini dan darurat di media center BNPB, diawaki tenaga kreatif penuh semangat dari Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta, dan kemudian di-streaming-kan dengan jaringan internet ke dua pemancar FM yang digunakan bergiliran.<br /><br />Siaran ini juga bisa didengar di situs Jogjastreamers.com, serta relay di channel 55 TV cable Jogjamedianet. Sebuah konvergensi media dan teknologi yang selama ini baru sekadar angan- angan, diwujudkan dengan radio yang sederhana ini.<br /><br /><em>Valens Riyadi, Relawan</em></p>', 'img-af78bad19128b39d4e63b5ccf0c4dbe3.jpg', 'projects', '27/11/2010', 1),
119(16, 'Koneksi 3G yang Tidak Bohong ', 'Koneksi 3G yang Tidak Bohong ', '<p><span style="font-size: x-small;"><strong>HAKONE, KOMPAS.com </strong>— Koneksi internet paling kencang di dunia memang bukan milik Jepang, melainkan Korea Selatan. Namun, Jepang benar-benar contoh sukses penerapan teknologi 3G. Di sela-sela acara Media Tour Fuji Xerox bersama para jurnalis Asia Pasifik di Jepang, 16-19 November 2010,<em>Kompas</em> sempat iseng mencoba berbagai koneksi internet yang tersedia. <br /><br />Dalam uji tes koneksi internet di Hotel Royal Park, Tokyo, kecepatan koneksi internet di ruangan hotel tersebut, yang diberikan secara gratis, mencapai 8,32 Mbps untuk </span><span style="font-size: x-small;">transfer data </span><span style="font-size: x-small;">untuk <em>download</em>. Adapun untuk <em>upload</em> </span><span style="font-size: x-small;">9,20 Mbps</span><span style="font-size: x-small;">. Ya, untuk <em>upload</em> justru lebih tinggi dibanding untuk <em>download</em>, berbeda dengan kebiasaan di Indonesia yang terbiasa mencekik lebar pita untuk <em>upload</em> data. <br /><br />Nilai <em>ping</em> ke server <em>speedtest</em> yang digunakan untuk tes yang berada di Tokyo menunjukkan angka fantastis, yaitu hanya 7ms, seolah server hanya ada di samping komputer kita yang digunakan untuk tes. Bukti tes bisa dilihat di http://www.speedtest.net/result/1032198443.png. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Koneksi yang dites lewat fasilitas speedtest.net ini terdeteksi menggunakan provider Softbank, salah satu provider layanan data papan atas di Jepang. Tokyo memang kota utama di Jepang, yang terhubung langsung ke jaringan <em>backbone</em> internasional. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Lalu bagaimana dengan layanan data di daerah sub-urban di Jepang? <em>Kompas</em> kembali iseng mencoba koneksi di Hakone, Prefektur Kanagawa. Kota kecil di pegunungan yang biasa dikunjungi turis untuk melihat Gunung Fuji dari dekat ini hanya memiliki cacah jiwa 13.339 (data 2010 dikutip dari Wikipedia). <br /><br />Dari hasil tes, angkanya justru mencengangkan, yaitu untuk <em>download</em> menunjukkan 10,01 Mbps dan untuk <em>upload</em> 9,36 Mbps. Koneksi </span><span style="font-size: x-small;">terdeteksi </span><span style="font-size: x-small;">menggunakan NTT Docomo. Namun, biayanya tidak gratis, yaitu sekitar Rp 60.000 per hari (tarif dari hotel). Bukti tes bisa dilihat di http://www.speedtest.net/result/1035476167.png. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Hasil <em>ping</em> menunjukkan nilai di atas tes di Tokyo, yaitu 18ms. Hal ini bisa dimaklumi karena <em>server</em>yang digunakan untuk tes koneksi ini menggunakan <em>server </em>Speedtest dengan lokasi di Tokyo, yang berjarak 80 km </span><span style="font-size: x-small;">lebih </span><span style="font-size: x-small;">dari Hakone. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Dengan koneksi seperti itu, untuk <em>download </em>atau mengunduh <em>file </em>mp3 sebesar 5 MB hanya dibutuhkan waktu sekitar 4 detik. Untuk unduh klip video 35 MB, </span><span style="font-size: x-small;">waktu yang </span><span style="font-size: x-small;">dibutuhkan </span><span style="font-size: x-small;">hanya </span><span style="font-size: x-small;">11 detik. Jika ingin mengunduh data film sebesar 800 MB, maka hanya dibutuhkan waktu kira-kita 11 menit.</span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Untuk <em>upload </em>atau unggah email 1 MB, </span><span style="font-size: x-small;">waktu yang </span><span style="font-size: x-small;">dibutuhkan </span><span style="font-size: x-small;">hanya</span><span style="font-size: x-small;"> 1 detik. Untuk unggah foto 8 MB hanya dibutuhkan waktu 7 detik. Adapun untuk unggah video 35 MB, </span><span style="font-size: x-small;">waktu yang </span><span style="font-size: x-small;">dibutuhkan </span><span style="font-size: x-small;">hanya</span><span style="font-size: x-small;"> 30 detik. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Itu berarti, koneksi mereka lebih kencang dibanding proses saat kita memindahkan foto-foto koleksi dari kamera ke komputer menggunakan <em>card reader</em> dengan kabel USB versi 2, apalagi jika menggunakan kabel USB versi 1. Selain itu, tentu saja, menonton film di internet atau menonton video di Youtube layaknya menonton televisi konvensional yang tak lagi putus-putus. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Di Jepang, tampaknya biaya berlangganan televisi kabel dianggap lebih mahal dibanding internet. Karena itu, hotel-hotel di Jepang terbiasa tidak jor-joran menyediakan TV kabel seperti hotel-hotel di Indonesia pada umumnya. Sebagai gantinya, mereka melengkapi kamar hotel dengan sebuah PC yang terhubung ke internet <em>broadband</em>. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;"><strong>Saatnya menuntut<br /></strong>Jika pengalaman ini ditarik ke kondisi Indonesia, kalau sampai dibilang bahwa Indonesia adalah negeri para pembual untuk hal-hal yang berbau politik dan bisnis, rasanya kita sulit membantahnya. Ya, kali ini kita terpaksa membandingkan bagaimana Indonesia dan Jepang mendefinisikan koneksi 3G di negara masing-masing. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Indonesia, dengan banyaknya provider telepon seluler GSM dan CDMA yang menyediakan layanan data, telah lama mengampanyekan dan mengklaim menggunakan teknologi 3G, bahkan 3,5G, atau bahkan sedang uji coba 4G. Hiruk pikuk perang layanan data ini begitu intensif sehingga di setiap pameran teknologi informasi dan pameran komputer, berbagai perangkat koneksi internet </span><span style="font-size: x-small;">diobral</span><span style="font-size: x-small;">, terutama modem, dengan koneksi 3G atau 3,5G. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Di tingkat penggunaan telepon seluler, sekarang hampir tak ada anak muda yang menggunakan telepon seluler yang bukan 3G karena kampanye soal telepon seluler berbasis 3G yang bisa <em>video call</em> sukses dilakukan. Padahal, koneksi yang didapat masih berkisar maksimal di bawah ratusan kbps, jauh dari janji-janji koneksi 3G yang harusnya bisa mencapai sekian mbps. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">International Telecommunication Union (ITU) memang tak mendefinisikan berapa kecepatan internet sebuah <em>provider</em> jika mengklaim diri sebagai penyedia layanan 3G. Namun, setidaknya kita sepakat bahwa koneksi internet 3G di Indonesia harusnya tak hanya sekadar setara GPRS yang hanya 56-114 kbps, atau parahnya kurang dari angka GPRS itu. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Seberapa cepat koneksi internet kita di rumah atau di kantor? Sudahkah memenuhi ekspektasi awal ketika kita membeli paket data tersebut? Ayo <em>share</em> data kecepatan internet Anda, salah satunya dengan memanfaatkan tes di www.speedtest.net. <br /><br /><em>Share</em> bisa Anda lakukan di blog dan juga di berbagai forum agar penyelenggara internet di negeri kita sadar dan mau memperbaiki diri untuk Indonesia yang lebih baik. Jangan eksploitasi lagi konsumen dengan janji-janji manis! Saatnya konsumen menuntut!</span></p>', '<p><span style="font-size: x-small;"><strong>HAKONE, KOMPAS.com </strong>— Koneksi internet paling kencang di dunia memang bukan milik Jepang, melainkan Korea Selatan. Namun, Jepang benar-benar contoh sukses penerapan teknologi 3G. Di sela-sela acara Media Tour Fuji Xerox bersama para jurnalis Asia Pasifik di Jepang, 16-19 November 2010,<em>Kompas</em> sempat iseng mencoba berbagai koneksi internet yang tersedia. <br /><br />Dalam uji tes koneksi internet di Hotel Royal Park, Tokyo, kecepatan koneksi internet di ruangan hotel tersebut, yang diberikan secara gratis, mencapai 8,32 Mbps untuk </span><span style="font-size: x-small;">transfer data </span><span style="font-size: x-small;">untuk <em>download</em>. Adapun untuk <em>upload</em> </span><span style="font-size: x-small;">9,20 Mbps</span><span style="font-size: x-small;">. Ya, untuk <em>upload</em> justru lebih tinggi dibanding untuk <em>download</em>, berbeda dengan kebiasaan di Indonesia yang terbiasa mencekik lebar pita untuk <em>upload</em> data. <br /><br />Nilai <em>ping</em> ke server <em>speedtest</em> yang digunakan untuk tes yang berada di Tokyo menunjukkan angka fantastis, yaitu hanya 7ms, seolah server hanya ada di samping komputer kita yang digunakan untuk tes. Bukti tes bisa dilihat di http://www.speedtest.net/result/1032198443.png. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Koneksi yang dites lewat fasilitas speedtest.net ini terdeteksi menggunakan provider Softbank, salah satu provider layanan data papan atas di Jepang. Tokyo memang kota utama di Jepang, yang terhubung langsung ke jaringan <em>backbone</em> internasional. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Lalu bagaimana dengan layanan data di daerah sub-urban di Jepang? <em>Kompas</em> kembali iseng mencoba koneksi di Hakone, Prefektur Kanagawa. Kota kecil di pegunungan yang biasa dikunjungi turis untuk melihat Gunung Fuji dari dekat ini hanya memiliki cacah jiwa 13.339 (data 2010 dikutip dari Wikipedia). <br /><br />Dari hasil tes, angkanya justru mencengangkan, yaitu untuk <em>download</em> menunjukkan 10,01 Mbps dan untuk <em>upload</em> 9,36 Mbps. Koneksi </span><span style="font-size: x-small;">terdeteksi </span><span style="font-size: x-small;">menggunakan NTT Docomo. Namun, biayanya tidak gratis, yaitu sekitar Rp 60.000 per hari (tarif dari hotel). Bukti tes bisa dilihat di http://www.speedtest.net/result/1035476167.png. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Hasil <em>ping</em> menunjukkan nilai di atas tes di Tokyo, yaitu 18ms. Hal ini bisa dimaklumi karena <em>server</em>yang digunakan untuk tes koneksi ini menggunakan <em>server </em>Speedtest dengan lokasi di Tokyo, yang berjarak 80 km </span><span style="font-size: x-small;">lebih </span><span style="font-size: x-small;">dari Hakone. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Dengan koneksi seperti itu, untuk <em>download </em>atau mengunduh <em>file </em>mp3 sebesar 5 MB hanya dibutuhkan waktu sekitar 4 detik. Untuk unduh klip video 35 MB, </span><span style="font-size: x-small;">waktu yang </span><span style="font-size: x-small;">dibutuhkan </span><span style="font-size: x-small;">hanya </span><span style="font-size: x-small;">11 detik. Jika ingin mengunduh data film sebesar 800 MB, maka hanya dibutuhkan waktu kira-kita 11 menit.</span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Untuk <em>upload </em>atau unggah email 1 MB, </span><span style="font-size: x-small;">waktu yang </span><span style="font-size: x-small;">dibutuhkan </span><span style="font-size: x-small;">hanya</span><span style="font-size: x-small;"> 1 detik. Untuk unggah foto 8 MB hanya dibutuhkan waktu 7 detik. Adapun untuk unggah video 35 MB, </span><span style="font-size: x-small;">waktu yang </span><span style="font-size: x-small;">dibutuhkan </span><span style="font-size: x-small;">hanya</span><span style="font-size: x-small;"> 30 detik. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Itu berarti, koneksi mereka lebih kencang dibanding proses saat kita memindahkan foto-foto koleksi dari kamera ke komputer menggunakan <em>card reader</em> dengan kabel USB versi 2, apalagi jika menggunakan kabel USB versi 1. Selain itu, tentu saja, menonton film di internet atau menonton video di Youtube layaknya menonton televisi konvensional yang tak lagi putus-putus. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Di Jepang, tampaknya biaya berlangganan televisi kabel dianggap lebih mahal dibanding internet. Karena itu, hotel-hotel di Jepang terbiasa tidak jor-joran menyediakan TV kabel seperti hotel-hotel di Indonesia pada umumnya. Sebagai gantinya, mereka melengkapi kamar hotel dengan sebuah PC yang terhubung ke internet <em>broadband</em>. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;"><strong>Saatnya menuntut<br /></strong>Jika pengalaman ini ditarik ke kondisi Indonesia, kalau sampai dibilang bahwa Indonesia adalah negeri para pembual untuk hal-hal yang berbau politik dan bisnis, rasanya kita sulit membantahnya. Ya, kali ini kita terpaksa membandingkan bagaimana Indonesia dan Jepang mendefinisikan koneksi 3G di negara masing-masing. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Indonesia, dengan banyaknya provider telepon seluler GSM dan CDMA yang menyediakan layanan data, telah lama mengampanyekan dan mengklaim menggunakan teknologi 3G, bahkan 3,5G, atau bahkan sedang uji coba 4G. Hiruk pikuk perang layanan data ini begitu intensif sehingga di setiap pameran teknologi informasi dan pameran komputer, berbagai perangkat koneksi internet </span><span style="font-size: x-small;">diobral</span><span style="font-size: x-small;">, terutama modem, dengan koneksi 3G atau 3,5G. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Di tingkat penggunaan telepon seluler, sekarang hampir tak ada anak muda yang menggunakan telepon seluler yang bukan 3G karena kampanye soal telepon seluler berbasis 3G yang bisa <em>video call</em> sukses dilakukan. Padahal, koneksi yang didapat masih berkisar maksimal di bawah ratusan kbps, jauh dari janji-janji koneksi 3G yang harusnya bisa mencapai sekian mbps. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">International Telecommunication Union (ITU) memang tak mendefinisikan berapa kecepatan internet sebuah <em>provider</em> jika mengklaim diri sebagai penyedia layanan 3G. Namun, setidaknya kita sepakat bahwa koneksi internet 3G di Indonesia harusnya tak hanya sekadar setara GPRS yang hanya 56-114 kbps, atau parahnya kurang dari angka GPRS itu. </span></p>\r\n<p><span style="font-size: x-small;">Seberapa cepat koneksi internet kita di rumah atau di kantor? Sudahkah memenuhi ekspektasi awal ketika kita membeli paket data tersebut? Ayo <em>share</em> data kecepatan internet Anda, salah satunya dengan memanfaatkan tes di www.speedtest.net. <br /><br /><em>Share</em> bisa Anda lakukan di blog dan juga di berbagai forum agar penyelenggara internet di negeri kita sadar dan mau memperbaiki diri untuk Indonesia yang lebih baik. Jangan eksploitasi lagi konsumen dengan janji-janji manis! Saatnya konsumen menuntut!</span></p>', 'img-8e5e5e5303576b14d2db57e7c798bc27.jpg', 'projects', '27/11/2010', 1),
120(17, 'Kompasiana Raih Penghargaan Tingkat Asia ', 'Kompasiana Raih Penghargaan Tingkat Asia ', '<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com - </strong>Di usianya yang kedua, Kompasiana (<a href="http://www.kompasiana.com/">www.kompasiana.com</a>) berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu media sosial terbaik di Asia dengan meraih penghargaan Asian Digital Media Awards (ADMA) 2010. Penghargaan diberikan oleh asosiasi surat kabar dunia WAN-IFRA dalam konferensi Digital Media Asia di Singapura beberapa hari lalu.<br /><br />"Ini sebuah kebanggaan buat kita semua, karena Kompasiana tidak lagi di tingkat nasional, tapi juga Asia," kata Edi Taslim di hadapan ratusan Kompasianer yang menghadiri perayaan ulang tahun Kompasiana kedua di MU Cafe & Bar, Sabtu (27/11/2010) pagi.<br /><br />Perhargaan ini melengkapi dua penghargaan tingkat nasional yang diraih Kompasiana beberapa minggu sebelumnya, yaitu penghargaan sebagai Kanal Blog Citizen Journalism Terbaik dari Pesta Blogger 2010 dan Marketeers Netizen Champion dari majalah Marketeers.<br /><br />Di ajang penghargaan yang digelar untuk pertama kalinya itu, Kompasiana memenangi Silver Awards (peringkat kedua) Konten Digital Terbaik kategori Konten Berbasis Pengguna (Best in Digital Content Award – User Generated Content) bersama dua situs media sosial lain, yaitu Oknation (www.oknation.net) di peringkat pertama dan Stomp (www.stomp.co.sg) di peringkat ketiga.<br /><br />Admin Kompasiana Pepih Nugraha mengungkapkan, penghargaan konten terbaik merupakan bukti bahwa kehadiran Kompasiana sudah sangat diperhitungkan, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga Asia.<br /><br />"Penghargaan ini tentu didedikasikan untuk semua Kompasianer, karena mereka tidak hanya mengisi konten tapi juga bersama-sama menjaga agar konten yang masuk bermanfaat untuk para pengguna internet," papar Pepih.<br /><br />Lebih lanjut Pepih menjelaskan, Kompasiana bisa menjadi tempat beredarnya konten yang bagus karena tidak menerapkan moderasi. Setiap konten yang ditulis warga bisa langsung tayang, sehingga setiap netizen bebas menyampaikan berita dan aspirasi yang mereka punya.<br /><br />Namun demikian, kebebasan di Kompasiana tersebut tidak bisa disalahgunakan oleh pengguna dengan menayangkan konten yang melanggar hukum karena di belakang layar ada tim yang memantau konten-konten tersebut untuk memastikan tidak ada yang melanggar tata tertib. "Kompasiana juga tidak menerima konten hasil copas apalagi plagiat," imbuh Pepih.<strong>(JET)</strong></p>', '<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com - </strong>Di usianya yang kedua, Kompasiana (<a href="http://www.kompasiana.com/">www.kompasiana.com</a>) berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu media sosial terbaik di Asia dengan meraih penghargaan Asian Digital Media Awards (ADMA) 2010. Penghargaan diberikan oleh asosiasi surat kabar dunia WAN-IFRA dalam konferensi Digital Media Asia di Singapura beberapa hari lalu.<br /><br />"Ini sebuah kebanggaan buat kita semua, karena Kompasiana tidak lagi di tingkat nasional, tapi juga Asia," kata Edi Taslim di hadapan ratusan Kompasianer yang menghadiri perayaan ulang tahun Kompasiana kedua di MU Cafe & Bar, Sabtu (27/11/2010) pagi.<br /><br />Perhargaan ini melengkapi dua penghargaan tingkat nasional yang diraih Kompasiana beberapa minggu sebelumnya, yaitu penghargaan sebagai Kanal Blog Citizen Journalism Terbaik dari Pesta Blogger 2010 dan Marketeers Netizen Champion dari majalah Marketeers.<br /><br />Di ajang penghargaan yang digelar untuk pertama kalinya itu, Kompasiana memenangi Silver Awards (peringkat kedua) Konten Digital Terbaik kategori Konten Berbasis Pengguna (Best in Digital Content Award – User Generated Content) bersama dua situs media sosial lain, yaitu Oknation (www.oknation.net) di peringkat pertama dan Stomp (www.stomp.co.sg) di peringkat ketiga.<br /><br />Admin Kompasiana Pepih Nugraha mengungkapkan, penghargaan konten terbaik merupakan bukti bahwa kehadiran Kompasiana sudah sangat diperhitungkan, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga Asia.<br /><br />"Penghargaan ini tentu didedikasikan untuk semua Kompasianer, karena mereka tidak hanya mengisi konten tapi juga bersama-sama menjaga agar konten yang masuk bermanfaat untuk para pengguna internet," papar Pepih.<br /><br />Lebih lanjut Pepih menjelaskan, Kompasiana bisa menjadi tempat beredarnya konten yang bagus karena tidak menerapkan moderasi. Setiap konten yang ditulis warga bisa langsung tayang, sehingga setiap netizen bebas menyampaikan berita dan aspirasi yang mereka punya.<br /><br />Namun demikian, kebebasan di Kompasiana tersebut tidak bisa disalahgunakan oleh pengguna dengan menayangkan konten yang melanggar hukum karena di belakang layar ada tim yang memantau konten-konten tersebut untuk memastikan tidak ada yang melanggar tata tertib. "Kompasiana juga tidak menerima konten hasil copas apalagi plagiat," imbuh Pepih.<strong>(JET)</strong></p>', 'img-825beb395ae1fbccdb938c7e08605b01.jpg', 'projects', '27/11/2010', 1);
121INSERT INTO `ms_addnewcontent` (`id`, `title_en`, `title_in`, `description_en`, `description_in`, `image`, `position`, `date`, `status`) VALUES
122(18, 'Broadband Belum Puaskan Harapan ', 'Broadband Belum Puaskan Harapan ', '<p><strong>KOMPAS.com</strong> - Koneksi broadband atau jaringan telekomunikasi pita lebar semakin menjadi kebutuhan, terutama ketika perangkat mobile broadband mulai membanjiri pasar. Namun, kehadiran gadget-gadget pintar itu terasa terlalu cepat sehingga tidak atau belum didukung jaringan yang memadai. <br /><br />Sepertinya selalu ada kesenjangan penerapan teknologi komunikasi, selalu terlambat. Bahkan, kalau toh sudah ada, penerapannya tidak maksimal. Operator sudah sangat berbangga memiliki sekian ribu BTS, tetapi tidak pernah dijelaskan BTS dengan kualitas seperti apa.<br /><br />Terminologi seperti <em>broadband</em>, akses <em>unlimited</em> sudah menjadi jargon sehari-hari yang dijual operator saat ini. Terkesan canggih, tetapi bisa berarti tidak bermakna apa-apa karena keluhan berkaitan dengan layanan itu masih banyak muncul di sana-sini.<br /><br />Hadirnya ponsel-ponsel canggih (<em>smartphone</em>) menjadi tidak ada artinya ketika koneksi broadband tidak bisa diandalkan. Barang canggih itu hanya berfungsi seperti ponsel biasa, sekadar komunikasi suara dan SMS, selebihnya fitur yang tidak memerlukan jaringan.<br /><br />Hal ini menjadi semakin terasa ketika mulai muncul iPhone, terlebih lagi ponsel canggih berbasis Android dalam setahun ini. Meski berfitur canggih, ya tetap saja terlihat ”dungu” dengan koneksi broadband yang tersendat-sendat.<br /><br />Bisa jadi ini karena sampai sekarang operator masih melihat koneksi suara sebagai primadona sehingga koneksi data masih tetap nomor dua. Selain luasnya negeri ini juga merupakan kendala, apalagi daya beli masyarakat juga masih rendah.<br /><br />Walaupun vendor jaringan Ericsson akhir tahun lalu menemukan bahwa lalu lintas data sudah melebihi suara di tingkat global. Trafik itu meningkat 280 persen tiap tahun selama dua tahun terakhir dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada lima tahun ke depan.<br /><br />Akankah perubahan seperti ini juga akan terjadi di negeri ini?<br /><br /><strong>Korelasi<br /></strong><br />Sebuah studi yang dibuat Ericsson belum lama ini memperlihatkan adanya korelasi yang positif antara pengembangan penetrasi broadband dan tambahan pertumbuhan GDP, termasuk terciptanya pekerjaan baru. Misalnya seperti setiap penambahan 1.000 pengguna broadband akan menciptakan sekitar 80 pekerjaan baru.<br /><br />Mats Otterstedt, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, beberapa waktu lalu mengungkapkan, ”Indonesia memiliki potensi pertumbuhan di bidang mobile broadband yang menakjubkan. Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar, Indonesia merupakan pasar besar dengan permintaan akan layanan telekomunikasi yang besar pula.”<br /><br />Raksasa jaringan dari Swedia itu melihat pertumbuhan mobile broadband di Indonesia seiring dengan pertumbuhan indikator sosial ekonomi negara. Mobile broadband telah berkembang menjadi syarat utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan koneksi internet.<br /><br />Pada kesempatan yang berbeda, pihak GSMA (Asosiasi GSM) pada Selasa (16/11/2010) mengungkapkan hasil riset independen yang menekankan pada dampak positif alokasi spektrum frekuensi untuk komunikasi bergerak di Asia Pasifik. Laporan yang dibuat GSMA dan Boston Consulting Group itu tentang alokasi pada pita frekuensi 700 MHz untuk komunikasi broadband.<br /><br />Apabila pihak pemerintah di kawasan Asia Pasifik mengalokasikan frekuensi itu untuk komunikasi bergerak, maka akan memberikan keuntungan ekonomis dan sosial yang lebih besar dibandingkan dengan jika hanya digunakan untuk layanan seperti siaran. Sepertinya harmonisasi pita frekuensi 700 MHz ini memberi isyarat bagi masuknya teknologi Long Term Evolution (LTE), sebuah teknologi komunikasi yang saat ini bisa disebut para-generasi keempat (4G).<br /><br />Riset itu memperlihatkan, alokasi pita 700 MHz untuk LTE akan meningkatkan jumlah pelanggan internet di Indonesia sampai 22 persen, Korea hingga 14 persen, India 21 persen, dan Malaysia 23 persen. Di negeri ini akan bertambah 9,7 juta pelanggan internet hingga tahun 2020.<br /><br />Barangkali hal ini juga akan memberi jalan pada teknologi LTE di Indonesia untuk membuka kemacetan broadband. Akan tetapi, lalu muncul pertanyaan lain, bagaimana dengan WiMAX, teknologi pra-4G yang bahkan sudah mulai menjalankan aktivitas pembangunan infrastrukturnya?</p>', '<p><strong>KOMPAS.com</strong> - Koneksi broadband atau jaringan telekomunikasi pita lebar semakin menjadi kebutuhan, terutama ketika perangkat mobile broadband mulai membanjiri pasar. Namun, kehadiran gadget-gadget pintar itu terasa terlalu cepat sehingga tidak atau belum didukung jaringan yang memadai. <br /><br />Sepertinya selalu ada kesenjangan penerapan teknologi komunikasi, selalu terlambat. Bahkan, kalau toh sudah ada, penerapannya tidak maksimal. Operator sudah sangat berbangga memiliki sekian ribu BTS, tetapi tidak pernah dijelaskan BTS dengan kualitas seperti apa.<br /><br />Terminologi seperti <em>broadband</em>, akses <em>unlimited</em> sudah menjadi jargon sehari-hari yang dijual operator saat ini. Terkesan canggih, tetapi bisa berarti tidak bermakna apa-apa karena keluhan berkaitan dengan layanan itu masih banyak muncul di sana-sini.<br /><br />Hadirnya ponsel-ponsel canggih (<em>smartphone</em>) menjadi tidak ada artinya ketika koneksi broadband tidak bisa diandalkan. Barang canggih itu hanya berfungsi seperti ponsel biasa, sekadar komunikasi suara dan SMS, selebihnya fitur yang tidak memerlukan jaringan.<br /><br />Hal ini menjadi semakin terasa ketika mulai muncul iPhone, terlebih lagi ponsel canggih berbasis Android dalam setahun ini. Meski berfitur canggih, ya tetap saja terlihat ”dungu” dengan koneksi broadband yang tersendat-sendat.<br /><br />Bisa jadi ini karena sampai sekarang operator masih melihat koneksi suara sebagai primadona sehingga koneksi data masih tetap nomor dua. Selain luasnya negeri ini juga merupakan kendala, apalagi daya beli masyarakat juga masih rendah.<br /><br />Walaupun vendor jaringan Ericsson akhir tahun lalu menemukan bahwa lalu lintas data sudah melebihi suara di tingkat global. Trafik itu meningkat 280 persen tiap tahun selama dua tahun terakhir dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada lima tahun ke depan.<br /><br />Akankah perubahan seperti ini juga akan terjadi di negeri ini?<br /><br /><strong>Korelasi<br /></strong><br />Sebuah studi yang dibuat Ericsson belum lama ini memperlihatkan adanya korelasi yang positif antara pengembangan penetrasi broadband dan tambahan pertumbuhan GDP, termasuk terciptanya pekerjaan baru. Misalnya seperti setiap penambahan 1.000 pengguna broadband akan menciptakan sekitar 80 pekerjaan baru.<br /><br />Mats Otterstedt, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, beberapa waktu lalu mengungkapkan, ”Indonesia memiliki potensi pertumbuhan di bidang mobile broadband yang menakjubkan. Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar, Indonesia merupakan pasar besar dengan permintaan akan layanan telekomunikasi yang besar pula.”<br /><br />Raksasa jaringan dari Swedia itu melihat pertumbuhan mobile broadband di Indonesia seiring dengan pertumbuhan indikator sosial ekonomi negara. Mobile broadband telah berkembang menjadi syarat utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan koneksi internet.<br /><br />Pada kesempatan yang berbeda, pihak GSMA (Asosiasi GSM) pada Selasa (16/11/2010) mengungkapkan hasil riset independen yang menekankan pada dampak positif alokasi spektrum frekuensi untuk komunikasi bergerak di Asia Pasifik. Laporan yang dibuat GSMA dan Boston Consulting Group itu tentang alokasi pada pita frekuensi 700 MHz untuk komunikasi broadband.<br /><br />Apabila pihak pemerintah di kawasan Asia Pasifik mengalokasikan frekuensi itu untuk komunikasi bergerak, maka akan memberikan keuntungan ekonomis dan sosial yang lebih besar dibandingkan dengan jika hanya digunakan untuk layanan seperti siaran. Sepertinya harmonisasi pita frekuensi 700 MHz ini memberi isyarat bagi masuknya teknologi Long Term Evolution (LTE), sebuah teknologi komunikasi yang saat ini bisa disebut para-generasi keempat (4G).<br /><br />Riset itu memperlihatkan, alokasi pita 700 MHz untuk LTE akan meningkatkan jumlah pelanggan internet di Indonesia sampai 22 persen, Korea hingga 14 persen, India 21 persen, dan Malaysia 23 persen. Di negeri ini akan bertambah 9,7 juta pelanggan internet hingga tahun 2020.<br /><br />Barangkali hal ini juga akan memberi jalan pada teknologi LTE di Indonesia untuk membuka kemacetan broadband. Akan tetapi, lalu muncul pertanyaan lain, bagaimana dengan WiMAX, teknologi pra-4G yang bahkan sudah mulai menjalankan aktivitas pembangunan infrastrukturnya?</p>', '', 'projects', '27/11/2010', 1),
123(19, 'Waspadai Twitter! ', 'Waspadai Twitter! ', '<p><strong>KOMPAS.com</strong> — Tidak disangka-sangka, kehadiran <em>microblogging</em> Twitter (twitter.com) yang setiap pesannya terbatas 140 karakter menjadi momok yang menakutkan bagi industri media arus utama (<em>mainstream</em>), baik media cetak, elektronik, maupun <em>online</em>. Mengapa menakutkan?<br /><br />Alan Rusbridger, kolumnis teknologi <em>Guardian.co.uk</em>, pada 19 November merilis sebuah artikel mengenai 15 alasan mengapa Twitter bisa menjadi masalah bagi organisasi media. Opininya itu tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti pemilik dan pegiat media, tetapi lebih sekadar peringatan semata. Rusbridger justru menyarankan pemilik media berdamai dan tidak harus malu mengadopsi kelebihan Twitter dalam mendistribusikan kontennya.<br /><br />Bagi warga dunia maya (<em>netizen</em>), Twitter yang mulai <em>online </em>sejak 15 Juli 2006 adalah sebuah keniscayaan. Dengan tekanan waktu dan kesibukan, warga di dunia maya ini tidak lagi <em>ngeblog</em>dengan membuat <em>posting </em>yang panjang lebar. Cukup berkicau seperti burung tentang apa yang terjadi dan menginformasikan peristiwa yang menimpanya atau orang lain, pesan sudah sampai secara berantai.<br /><br />Twitter yang dikembangkan Jack Dorsey adalah pesan singkat (SMS) virtual yang bekerja di internet. Twitter tidak lebih dari SMS internet. Sebagaimana sebuah pesan singkat, ia dibatasi hanya 140 karakter. Lantas pesan (tweet) apa yang bisa disampaikan para <em>tweep </em>(penyampai<em>tweet</em>) lewat batasan 140 karakter? Bagaimana mungkin industri media bisa terganggu oleh pesan 140 karakter itu?<br /><br />Sebelum menjawab serenceng pertanyaan ini, baiknya simak terlebih dahulu 15 pikiran Rusbridger mengapa media arus utama perlu mewaspadai Twitter:<br /><br />1) Distribusi yang mengagumkan. Benar, pesan hanya dibatasi 140 karakter, tetapi di dalamnya tersimpan tautan yang mengantarkan siapa pun ke sebuah situs yang alamat domainnya sudah dipendekkan. Lewat pesan <em>viral</em>-nya, pesan bisa tersebar. Tidak heran setiap situs yang sadar media sosial melengkapi fiturnya dengan ”share on Twitter”.<br /><br />2) Menempatkan peristiwa lebih dahulu. Meski tidak selalu, banyak berita pertama muncul di Twitter sebelum jurnalis menuliskannya. Bahkan, <em>breaking news</em> bisa langsung diperoleh di Twitter.<br /><br />3) Sebagai mesin pencari. Twitter adalah saingan Google. Pengguna Twitter yang jumlahnya mendekati angka 200 juta tidak lagi mencari informasi dari Google, tetapi langsung memperolehnya dari jutaan <em>tweet </em>yang mengalir setiap saat.<br /><br />4) Agregat yang tangguh. Twitter adalah <em>feed </em>berita pribadi sesuai keinginan penggunanya. Tautan tempat berita itu tersimpan bisa langsung dibuka.<br /><br />5) Bentuk pemasaran yang fantastis. <em>Posting</em>-an yang ditulis di web akan lebih cepat tersebar jika di-<em>share </em>di Twitter karena <em>viral message </em>yang memungkinkan sebuah pesan terus bergulir.<br /><br />6) Alat reportase yang hebat. Tidak bisa dimungkiri, sekarang banyak wartawan mencari informasi atau ide berita dari Twitter.<br /><br />7) Rangkaian percakapan. Twitter memungkinkan penggunanya berinteraksi aktif mengenai topik yang dibicarakan.<br /><br />8) Lebih beragam. Pada media tradisional, hanya segelintir pembaca/pemirsa yang bisa memberikan umpan balik. Di Twitter, setiap orang bisa ”berkicau” sesukanya.<br /><br />9) Mengubah ”nada” tulisan. Banyak keberanian menulis/bersuara muncul di Twitter. Orang yang semula aktif mendengarkan menjadi aktif berbicara menuangkan gagasan.<br /><br />10) Hilangnya hierarki lapangan. Tidak semata orang terkenal yang didengar, orang biasa pun memungkinkan berinteraksi secara intens.<br /><br />11) Memiliki nilai berbeda. Untuk informasi, orang tidak lagi bergantung kepada jurnalis profesional sebab jutaan <em>tweep</em> adalah ”jurnalis” itu sendiri yang siap berbagi informasi.<br /><br />12) Memiliki rentang perhatian yang panjang. Twitter adalah bentuk ”kesadaran” baru, bahkan dengan menggunakan TweetDeck, pengguna bisa mengatur informasi yang dikehendaki berdasarkan subyek atau pertemanannya.<br /><br />13) Menciptakan komunitas. Dimungkinkan terbentuknya masyarakat global berdasarkan kepentingan dan minat.<br /><br />14) Mengubah pengertian tentang kewenangan. Daripada menunggu pendapat pakar yang dimuat/ditayangkan media, Twitter menggeser keseimbangan yang disebut kewenangan ”<em>peer to peer</em>”.<br /><br />15) Agen perubahan. Isu yang diciptakan akan memengaruhi orang lain atau lembaga pemegang kewenangan. Ini yang disebut sebagai kolaborasi kekuatan media!<br /><br />Bagi pemilik media massa, khususnya media cetak yang jauh dari kultur web, tidak ada alasan untuk takut karena pembaca media cetak punya kultur sendiri. Akan tetapi, kecenderungan orang mengakses informasi secara cepat harus menjadi pertimbangan. Persoalannya, Twitter menghadirkan kecepatan itu!<br /><br />Cepat tidak identik dengan tepat. Bagaimana jika Twitter mampu mengadopsi jargon klasik jurnalistik ”<em>get it first, but first get it right</em>”? Ini menjadi persoalan, khususnya bagi media <em>online</em>yang berburu kecepatan, tetapi kadang mengabaikan ketepatan. Kultur Twitter terbentuk secara alamiah sebab <em>tweep</em> cenderung mencari <em>tweet</em> berkualifikasi ”<em>right</em>” selain ”<em>first</em>”. <em>Tweep</em>bukan semata sebagai konsumen penelan informasi, melainkan menjadi produsen yang memberi <em>feed </em>kepada <em>tweep</em> lainnya!</p>', '<p><strong>KOMPAS.com</strong> — Tidak disangka-sangka, kehadiran <em>microblogging</em> Twitter (twitter.com) yang setiap pesannya terbatas 140 karakter menjadi momok yang menakutkan bagi industri media arus utama (<em>mainstream</em>), baik media cetak, elektronik, maupun <em>online</em>. Mengapa menakutkan?<br /><br />Alan Rusbridger, kolumnis teknologi <em>Guardian.co.uk</em>, pada 19 November merilis sebuah artikel mengenai 15 alasan mengapa Twitter bisa menjadi masalah bagi organisasi media. Opininya itu tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti pemilik dan pegiat media, tetapi lebih sekadar peringatan semata. Rusbridger justru menyarankan pemilik media berdamai dan tidak harus malu mengadopsi kelebihan Twitter dalam mendistribusikan kontennya.<br /><br />Bagi warga dunia maya (<em>netizen</em>), Twitter yang mulai <em>online </em>sejak 15 Juli 2006 adalah sebuah keniscayaan. Dengan tekanan waktu dan kesibukan, warga di dunia maya ini tidak lagi <em>ngeblog</em>dengan membuat <em>posting </em>yang panjang lebar. Cukup berkicau seperti burung tentang apa yang terjadi dan menginformasikan peristiwa yang menimpanya atau orang lain, pesan sudah sampai secara berantai.<br /><br />Twitter yang dikembangkan Jack Dorsey adalah pesan singkat (SMS) virtual yang bekerja di internet. Twitter tidak lebih dari SMS internet. Sebagaimana sebuah pesan singkat, ia dibatasi hanya 140 karakter. Lantas pesan (tweet) apa yang bisa disampaikan para <em>tweep </em>(penyampai<em>tweet</em>) lewat batasan 140 karakter? Bagaimana mungkin industri media bisa terganggu oleh pesan 140 karakter itu?<br /><br />Sebelum menjawab serenceng pertanyaan ini, baiknya simak terlebih dahulu 15 pikiran Rusbridger mengapa media arus utama perlu mewaspadai Twitter:<br /><br />1) Distribusi yang mengagumkan. Benar, pesan hanya dibatasi 140 karakter, tetapi di dalamnya tersimpan tautan yang mengantarkan siapa pun ke sebuah situs yang alamat domainnya sudah dipendekkan. Lewat pesan <em>viral</em>-nya, pesan bisa tersebar. Tidak heran setiap situs yang sadar media sosial melengkapi fiturnya dengan ”share on Twitter”.<br /><br />2) Menempatkan peristiwa lebih dahulu. Meski tidak selalu, banyak berita pertama muncul di Twitter sebelum jurnalis menuliskannya. Bahkan, <em>breaking news</em> bisa langsung diperoleh di Twitter.<br /><br />3) Sebagai mesin pencari. Twitter adalah saingan Google. Pengguna Twitter yang jumlahnya mendekati angka 200 juta tidak lagi mencari informasi dari Google, tetapi langsung memperolehnya dari jutaan <em>tweet </em>yang mengalir setiap saat.<br /><br />4) Agregat yang tangguh. Twitter adalah <em>feed </em>berita pribadi sesuai keinginan penggunanya. Tautan tempat berita itu tersimpan bisa langsung dibuka.<br /><br />5) Bentuk pemasaran yang fantastis. <em>Posting</em>-an yang ditulis di web akan lebih cepat tersebar jika di-<em>share </em>di Twitter karena <em>viral message </em>yang memungkinkan sebuah pesan terus bergulir.<br /><br />6) Alat reportase yang hebat. Tidak bisa dimungkiri, sekarang banyak wartawan mencari informasi atau ide berita dari Twitter.<br /><br />7) Rangkaian percakapan. Twitter memungkinkan penggunanya berinteraksi aktif mengenai topik yang dibicarakan.<br /><br />8) Lebih beragam. Pada media tradisional, hanya segelintir pembaca/pemirsa yang bisa memberikan umpan balik. Di Twitter, setiap orang bisa ”berkicau” sesukanya.<br /><br />9) Mengubah ”nada” tulisan. Banyak keberanian menulis/bersuara muncul di Twitter. Orang yang semula aktif mendengarkan menjadi aktif berbicara menuangkan gagasan.<br /><br />10) Hilangnya hierarki lapangan. Tidak semata orang terkenal yang didengar, orang biasa pun memungkinkan berinteraksi secara intens.<br /><br />11) Memiliki nilai berbeda. Untuk informasi, orang tidak lagi bergantung kepada jurnalis profesional sebab jutaan <em>tweep</em> adalah ”jurnalis” itu sendiri yang siap berbagi informasi.<br /><br />12) Memiliki rentang perhatian yang panjang. Twitter adalah bentuk ”kesadaran” baru, bahkan dengan menggunakan TweetDeck, pengguna bisa mengatur informasi yang dikehendaki berdasarkan subyek atau pertemanannya.<br /><br />13) Menciptakan komunitas. Dimungkinkan terbentuknya masyarakat global berdasarkan kepentingan dan minat.<br /><br />14) Mengubah pengertian tentang kewenangan. Daripada menunggu pendapat pakar yang dimuat/ditayangkan media, Twitter menggeser keseimbangan yang disebut kewenangan ”<em>peer to peer</em>”.<br /><br />15) Agen perubahan. Isu yang diciptakan akan memengaruhi orang lain atau lembaga pemegang kewenangan. Ini yang disebut sebagai kolaborasi kekuatan media!<br /><br />Bagi pemilik media massa, khususnya media cetak yang jauh dari kultur web, tidak ada alasan untuk takut karena pembaca media cetak punya kultur sendiri. Akan tetapi, kecenderungan orang mengakses informasi secara cepat harus menjadi pertimbangan. Persoalannya, Twitter menghadirkan kecepatan itu!<br /><br />Cepat tidak identik dengan tepat. Bagaimana jika Twitter mampu mengadopsi jargon klasik jurnalistik ”<em>get it first, but first get it right</em>”? Ini menjadi persoalan, khususnya bagi media <em>online</em>yang berburu kecepatan, tetapi kadang mengabaikan ketepatan. Kultur Twitter terbentuk secara alamiah sebab <em>tweep</em> cenderung mencari <em>tweet</em> berkualifikasi ”<em>right</em>” selain ”<em>first</em>”. <em>Tweep</em>bukan semata sebagai konsumen penelan informasi, melainkan menjadi produsen yang memberi <em>feed </em>kepada <em>tweep</em> lainnya!</p>', 'img-f698542778944144af982d8ae8f6149b.jpg', 'projects', '27/11/2010', 1),
124(20, 'Adira', 'Adira', '<p>Adira</p>', '<p>Adira</p>', 'img-5cde7e8a730035165cdf442da1f28463.jpg', 'Clients', '27/11/2010', 1),
125(21, 'Microsodt', 'Microsodt', '<p>Microsodt</p>', '<p>Microsodt</p>', 'img-0be1409b33fd8722a9ab72048da25a83.jpg', 'Clients', '27/11/2010', 1),
126(22, 'KPK', 'KPK', '<p>KPK</p>', '<p>KPK</p>', 'img-301c6f8cc0c592e25309b1111bc8012b.jpg', 'Clients', '27/11/2010', 1),
127(23, 'ASTRA', 'ASTRA', '<p>ASTRA</p>', '<p>ASTRA</p>', 'img-f41682e1639f136c2b4c021bec7f0d77.jpg', 'Clients', '27/11/2010', 1),
128(24, 'Application Development', 'Application Development', '<p>We have expertise and experiences in various types of custom-built applications in several industries such as Oil & Gas, Mining, Manufacturing, Automotive Sales & Distribution, Government, Insurance, and Banks. Our project at Astra International, developing a centralized front-end for SAP, is recognized as the largest Microsoft.NET application in Asia Pacific.</p>\r\n<ul>\r\n<li>Front-end Application for SAP</li>\r\n<li>Business Intelligence</li>\r\n<li>Enterprise Application Integration</li>\r\n<li>Insurance Core Application</li>\r\n<li>Mobile and Smart Device Application</li>\r\n</ul>', '<p>We have expertise and experiences in various types of custom-built applications in several industries such as Oil & Gas, Mining, Manufacturing, Automotive Sales & Distribution, Government, Insurance, and Banks. Our project at Astra International, developing a centralized front-end for SAP, is recognized as the largest Microsoft.NET application in Asia Pacific.</p>\r\n<ul>\r\n<li>Front-end Application for SAP</li>\r\n<li>Business Intelligence</li>\r\n<li>Enterprise Application Integration</li>\r\n<li>Insurance Core Application</li>\r\n<li>Mobile and Smart Device Application</li>\r\n</ul>', '', 'Services', '27/11/2010', 1),
129(25, 'IT Consulting Services ', 'IT Consulting Services ', '<h2>IT Consulting Services</h2>\r\n<p>To best suit our client needs, we provide a range of services offerings along the project life cycle, from Design to Code Review.</p>\r\n<ul>\r\n<li>IT Architecture & Design Consulting</li>\r\n<li>IT Development Coaching & Mentoring</li>\r\n<li>Design & Code Review</li>\r\n<li>Proof-of-Concept & Piloting</li>\r\n<li>Custom Training for Developers</li>\r\n</ul>', '<h2>IT Consulting Services</h2>\r\n<p>To best suit our client needs, we provide a range of services offerings along the project life cycle, from Design to Code Review.</p>\r\n<ul>\r\n<li>IT Architecture & Design Consulting</li>\r\n<li>IT Development Coaching & Mentoring</li>\r\n<li>Design & Code Review</li>\r\n<li>Proof-of-Concept & Piloting</li>\r\n<li>Custom Training for Developers</li>\r\n</ul>', '', 'Services', '27/11/2010', 1),
130(26, 'Application Layering', 'Application Layering', '<p>We consistently follow the industry best practices of 3-tier layering, to increase software maintainability and flexibility.</p>', '<p>We consistently follow the industry best practices of 3-tier layering, to increase software maintainability and flexibility.</p>', 'img-6abda86f202a1380b88e8010abf1309e.jpg', 'Solutions', '27/11/2010', 1),
131(27, 'Project Methodology', 'Project Methodology', '<p>During the software development we construct daily build and ship several pre-releases so Client can start evaluating their software early in the project life cycle, before project completely finished. So correction can be made earlier and this will greatly help achieve scheduled goal and quality.</p>', '<p>During the software development we construct daily build and ship several pre-releases so Client can start evaluating their software early in the project life cycle, before project completely finished. So correction can be made earlier and this will greatly help achieve scheduled goal and quality.</p>', 'img-b609b3a8faecbb896ec0e32b53689bff.jpg', 'Solutions', '27/11/2010', 1),
132(28, 'Project Life Cycle ', 'Project Life Cycle ', '<p>For large and complex applications, we follow every single step in the project life cycle to reduce risks. For smaller applications we use light weight project methodology to simplify processes and reduce development Client costs.</p>\r\n<div><span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; color: #666666; line-height: 15px;"><br /></span></div>', '<p>For large and complex applications, we follow every single step in the project life cycle to reduce risks. For smaller applications we use light weight project methodology to simplify processes and reduce development Client costs.</p>\r\n<div><span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; color: #666666; line-height: 15px;"><br /></span></div>', 'img-4dac77961606802a142cfa50f466fb68.jpg', 'Solutions', '27/11/2010', 1),
133(29, 'BCA', 'BCA', '<p>BCA</p>', '<p>BCA</p>', 'img-d6f8b0ca44150691a89b6638251115ff.jpg', 'Patners', '27/11/2010', 1),
134(30, 'BeaRSnooP', 'BeaRSnooP', '<p><strong>BeaRSnooP </strong></p>\r\n<p><strong>TRY. CREATE. SHARE STUFF</strong></p>', '<div>\r\n<p><strong>BeaRSnooP </strong></p>\r\n<p><strong>TRY. CREATE. SHARE STUFF</strong></p>\r\n</div>', 'img-3fb2cff7dedea0ae7d3fb84d3499cb9f.jpg', 'Patners', '27/11/2010', 1),
135(31, '2006 Microsoft Partner of the Year - Worldwide Finalist', '2006 Microsoft Partner of the Year - Worldwide Finalist', '<p>2006 Microsoft Partner of the Year - Worldwide Finalist</p>\r\n<p>Abu vulkanik akibat letusan kecil Gunung Bromo belum berdampak pada aktivitas warga di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di desa yang hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari Gunung Bromo itu juga belum terlihat adanya abu vulkanik. <br /><br />"Belum sampai ke sini (Desa Ngadas)," kata Camat Poncokusumo, Dwi Ilham, ketika dihubungi <em>VIVAnews.com</em>, Sabtu 27 November 2010. Desa Ngadas adalah wilayah yang paling dekat dengan Gunung Bromo.<br /><br />Dwi menjelaskan, meski abu vulkanik belum sampai ke Desa Ngadas, proses sosialisasi tanggap bencana sudah gencar dilakukan. Bila letusan membesar, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, di antaranya melalui ronda atau penjagaan di pos desa setempat.<br /><br />"Pagi tadi sudah dilakukan sosialisasi tanggap bencana, di antaranya cara penggunaan masker dan bagaimana menuju lokasi pengungsian," ujar dia.</p>', '<div>\r\n<p>2006 Microsoft Partner of the Year - Worldwide Finalist</p>\r\n<p>Abu vulkanik akibat letusan kecil Gunung Bromo belum berdampak pada aktivitas warga di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di desa yang hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari Gunung Bromo itu juga belum terlihat adanya abu vulkanik. <br /><br />"Belum sampai ke sini (Desa Ngadas)," kata Camat Poncokusumo, Dwi Ilham, ketika dihubungi <em>VIVAnews.com</em>, Sabtu 27 November 2010. Desa Ngadas adalah wilayah yang paling dekat dengan Gunung Bromo.<br /><br />Dwi menjelaskan, meski abu vulkanik belum sampai ke Desa Ngadas, proses sosialisasi tanggap bencana sudah gencar dilakukan. Bila letusan membesar, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, di antaranya melalui ronda atau penjagaan di pos desa setempat.<br /><br />"Pagi tadi sudah dilakukan sosialisasi tanggap bencana, di antaranya cara penggunaan masker dan bagaimana menuju lokasi pengungsian," ujar dia.</p>\r\n</div>', 'img-c665037ff08eb57e7f53c02891fec16d.jpg', 'Awards', '27/11/2010', 1),
136(32, '2005 Winning Customer Award - Microsoft Asia Pacific ', '2005 Winning Customer Award - Microsoft Asia Pacific ', '<p>Dwi menjelaskan, meski abu vulkanik belum sampai ke Desa Ngadas, proses sosialisasi tanggap bencana sudah gencar dilakukan. Bila letusan membesar, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, di antaranya melalui ronda atau penjagaan di pos desa setempat.<br /><br />"Pagi tadi sudah dilakukan sosialisasi tanggap bencana, di antaranya cara penggunaan masker dan bagaimana menuju lokasi pengungsian," ujar dia.</p>', '<p>Dwi menjelaskan, meski abu vulkanik belum sampai ke Desa Ngadas, proses sosialisasi tanggap bencana sudah gencar dilakukan. Bila letusan membesar, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, di antaranya melalui ronda atau penjagaan di pos desa setempat.<br /><br />"Pagi tadi sudah dilakukan sosialisasi tanggap bencana, di antaranya cara penggunaan masker dan bagaimana menuju lokasi pengungsian," ujar dia.</p>', 'img-c81d41bfc8b4d0c1c41b8bc32794b939.jpg', 'Awards', '27/11/2010', 1),
137(33, '2004 Winning Customer Award - Microsoft Worldwide ', '2004 Winning Customer Award - Microsoft Worldwide ', '<ul>\r\n<li>2004 Winning Customer Award - Microsoft Worldwide</li>\r\n</ul>', '<ul>\r\n<li>\r\n<p>2004 Winning Customer Award - Microsoft Worldwide</p>\r\n</li>\r\n</ul>', 'img-48c7c75d5deba1465b9ee629055c1757.jpg', 'Awards', '27/11/2010', 1),
138(36, 'Zona Komet Alien di Tata Surya ', 'Zona Komet Alien di Tata Surya ', '<p><strong>VIVAnews - </strong>Di pinggiran terjauh dari sistem tata surya kita diperkirakan terdapat sebuah perisai raksasa yang memerangkap miliaran komet beku. </p>\r\n<p>Seperti dikutip dari<em> Discovery News</em>, perisai yang dinamakan sebagai Awan Oort (dinamai sesuai nama astronomer Belanda Jan Oort), diperkirakan terbentuk sejak 4,5 miliar tahun lalu. </p>\r\n<p>Awan Oort letaknya sekitar 6 triliun mil dari matahari. Keberadaan komet-komet itu diperkirakan karena mereka tercerabut dari sistem bintang lain di luar tata surya kita.</p>\r\n<p>Tapi kemudian, komet-komet tadi tertolak oleh gravitasi matahari sehingga terlempar sampai titik terjauh dari jangkauan pengaruh matahari, yakni di pinggiran medium antar bintang. </p>\r\n<p>Memang tidak ada bukti langsung bahwa awan ini eksis, namun keberadaannya didasarkan frekuensi komet-komet yang telah memasuki sistem tata surya kita sejak sekitar 4,5 miliar tahun lalu. </p>\r\n<p>Astronomer terkenal dari Southwest Research Institute (SWRI) di Boulder, Colorado AS, Hal Levinson, membuat sebuah model matematis untuk teori ini.</p>\r\n<p>Berdasarkan pada seringnya komet-komet masuk ke dalam sistem tata surya kita, Levinson memperkirakan ada sekitar 400 miliar komet yang terperangkap di perisai awan Oort.</p>\r\n<p>Tapi bila hanya memperkirakan dari material yang berasal selama masa pembentukan matahari, diperkirakan hanya ada sekitar 6 miliar komet di zona tersebut. </p>', '<p><strong>VIVAnews - </strong>Di pinggiran terjauh dari sistem tata surya kita diperkirakan terdapat sebuah perisai raksasa yang memerangkap miliaran komet beku. </p>\r\n<p>Seperti dikutip dari<em> Discovery News</em>, perisai yang dinamakan sebagai Awan Oort (dinamai sesuai nama astronomer Belanda Jan Oort), diperkirakan terbentuk sejak 4,5 miliar tahun lalu. </p>\r\n<p>Awan Oort letaknya sekitar 6 triliun mil dari matahari. Keberadaan komet-komet itu diperkirakan karena mereka tercerabut dari sistem bintang lain di luar tata surya kita.</p>\r\n<p>Tapi kemudian, komet-komet tadi tertolak oleh gravitasi matahari sehingga terlempar sampai titik terjauh dari jangkauan pengaruh matahari, yakni di pinggiran medium antar bintang. </p>\r\n<p>Memang tidak ada bukti langsung bahwa awan ini eksis, namun keberadaannya didasarkan frekuensi komet-komet yang telah memasuki sistem tata surya kita sejak sekitar 4,5 miliar tahun lalu. </p>\r\n<p>Astronomer terkenal dari Southwest Research Institute (SWRI) di Boulder, Colorado AS, Hal Levinson, membuat sebuah model matematis untuk teori ini.</p>\r\n<p>Berdasarkan pada seringnya komet-komet masuk ke dalam sistem tata surya kita, Levinson memperkirakan ada sekitar 400 miliar komet yang terperangkap di perisai awan Oort.</p>\r\n<p>Tapi bila hanya memperkirakan dari material yang berasal selama masa pembentukan matahari, diperkirakan hanya ada sekitar 6 miliar komet di zona tersebut. </p>', 'img-44a6e716d22dcf7f2cc3e63db0e32b03.jpg', 'whatsnew', '29/11/2010', 1);
139
140-- --------------------------------------------------------
141
142--
143-- Table structure for table `ms_articles`
144--
145
146CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_articles` (
147 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
148 `title` varchar(255) NOT NULL,
149 `description` text NOT NULL,
150 `image_location` varchar(255) NOT NULL,
151 `date` varchar(10) NOT NULL,
152 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
153 PRIMARY KEY (`id`)
154) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=25 ;
155
156--
157-- Dumping data for table `ms_articles`
158--
159
160
161-- --------------------------------------------------------
162
163--
164-- Table structure for table `ms_attribute`
165--
166
167CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_attribute` (
168 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
169 `attribute_en` varchar(100) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
170 `attribute_in` varchar(255) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
171 `label` varchar(50) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
172 `position` varchar(50) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
173 `status` int(1) NOT NULL,
174 PRIMARY KEY (`id`)
175) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=11 ;
176
177--
178-- Dumping data for table `ms_attribute`
179--
180
181INSERT INTO `ms_attribute` (`id`, `attribute_en`, `attribute_in`, `label`, `position`, `status`) VALUES
182(1, 'Owner Profile', 'Profil Pemilik', 'Owner-Profile', 'about us', 1),
183(2, 'Appreciation', 'Penghargaan', 'Appreciation', 'about us', 1),
184(3, 'Vision & Mission', 'Visi & Misi', 'Vision-Mission', 'about us', 1),
185(4, 'What is Semerbak Coffee', 'Apa itu Semerbak Coffee', 'What-Is', 'about us', 1),
186(5, 'Our Outlet', 'Outlet Kami', 'Our-Outlet', 'outlet', 1),
187(6, 'Franchise Info', 'Info Franchise', 'Franchise-Info', 'partners', 1),
188(7, 'Master Franchise', 'Master Franchise', 'Master-Franchise', 'partners', 1),
189(8, 'Suggestion & Complaint', 'Saran & Kritik', 'Suggestion-Complaint', 'partners', 1),
190(9, 'Order Ingredient', 'Pesan Bahan Baku', 'Order-Ingredient', 'partners', 1),
191(10, 'Download Proposal', 'Unduh Proposal', 'Download-Proposal', 'partners', 1);
192
193-- --------------------------------------------------------
194
195--
196-- Table structure for table `ms_branch`
197--
198
199CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_branch` (
200 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
201 `city` varchar(50) COLLATE latin1_general_ci NOT NULL DEFAULT '',
202 `address` text COLLATE latin1_general_ci NOT NULL,
203 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
204 PRIMARY KEY (`id`)
205) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=136 ;
206
207--
208-- Dumping data for table `ms_branch`
209--
210
211INSERT INTO `ms_branch` (`id`, `city`, `address`, `status`) VALUES
212(1, 'JAKARTA', 'Redline Gokart, Komp AXC Kelapa Gading Blok G, Jl Boulevard Raya No.1, Jakarta Utara', 1),
213(2, 'JAKARTA', 'Perumahan Gading Arcadia, Kelapa Gading, Jakarta Utara', 1),
214(3, 'JAKARTA', 'Depan Purwacaraka Music Studio, Jl Gunung Sahari Raya No. 60-63, Blok B7, Jakarta Pusat', 1),
215(4, 'JAKARTA', 'Mal Cijantung, Food Court Lt.3 Jakarta Timur', 1),
216(5, 'JAKARTA', 'Depan Kampus ISTN Jl Cipedak Raya, Jakarta Selatan', 1),
217(6, 'JAKARTA', 'Jl H. Agus Salim No. 64 (seberang Gereja Theresia), Jakarta Pusat', 1),
218(7, 'JAKARTA', 'Atrium Plaza Lt.5 Blok 5C No.9 Jl Senen Raya, Jakarta Pusat', 1),
219(8, 'JAKARTA', 'KTC (Kelapa Gading Trade Center) Jl Boulevard Barat Raya, Jakarta Utara', 1),
220(9, 'JAKARTA', 'Klinik Pela 9 Jl.Kramat Pela no. 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan', 1),
221(10, 'JAKARTA', 'Food Court Samping Gedung Imigrasi Jakarta Selatan, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan', 1),
222(11, 'JAKARTA', 'Depan Carrefour MOI (Mall of Indonesia) Kelapa Gading, Jakarta Utara', 1),
223(12, 'JAKARTA', 'PGC Cililitan Lt. Dasar, Jakarta Timur', 1),
224(13, 'JAKARTA', 'Peds Food Kalimalang, depan Kampus AKPINDO, dekat Univ Borobudur, Jakarta Timur.', 1),
225(14, 'JAKARTA', 'Linqsquare lt 2 Hero Kemang Pratama Narogong Bekasi', 1),
226(15, 'JAKARTA', 'Ruko Canadian broadway blok cbd-30 kota Wisata Cibubur', 1),
227(16, 'JAKARTA', 'ITC Mangga Dua lt.2 Food court, Jakarta Pusat', 1),
228(17, 'JAKARTA', 'Ayam Bakar Mas Mono Kalimalang, Jakarta Timur', 1),
229(18, 'JAKARTA', 'Toko Buku ''Demi Masa'', Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan', 1),
230(19, 'JAKARTA', 'Area Cafe Taman Wisma BNI 46, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat', 1),
231(20, 'JAKARTA', 'Wisma Bakrie,food court lantai 2, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan', 1),
232(21, 'JAKARTA', 'House of Shafa, Tebet Timur Dalam Raya no 57, Jakarta Selatan', 1),
233(22, 'JAKARTA', 'Be-We Foodcourt Garden, Jl.Bendungan Walahar N0.15 Kav 563, Benhil, Jakarta Pusat (Belakang Sentra BRI Building-Sudirman)', 1),
234(23, 'JAKARTA', 'GIANT Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur', 1),
235(24, 'DEPOK', 'Jl Nusantara Raya no 27A, Depok I. Sebelah Bank Mandiri & IEC.', 1),
236(25, 'DEPOK', 'Jl Sawo, Stasiun UI, Margonda Raya, Depok', 1),
237(26, 'DEPOK', 'Halaman Alfamart Kelapa Dua (Depan Kampus Gunadarma), Depok', 1),
238(27, 'DEPOK', 'ITC Depok Lt.3, Jl Margonda Raya, Depok', 1),
239(28, 'DEPOK', 'Jl Pangkalan Jati II No. 1. Depan Kampus UPN, Cinere, Depok', 1),
240(29, 'DEPOK', 'Bengkel Asesoris mobil, Jl Raya Bogor, Cimanggis, Depok', 1),
241(30, 'DEPOK', 'Jl Sentosa Raya, Depok II. Sebelah ''Bakso Atom''.', 1),
242(31, 'DEPOK', 'DTC Sawangan Depok', 1),
243(32, 'DEPOK', 'Carrefour Express, Depok Lama, Depok', 1),
244(33, 'DEPOK', 'Depok Town Square, Margonda Raya, Depok', 1),
245(34, 'DEPOK', 'Depok Mal Food Court, Margonda Raya, Depok', 1),
246(35, 'DEPOK', 'Jl Palakali, Kukusan, Depok', 1),
247(36, 'DEPOK', 'Kantin FEUI, Kampus UI, Depok', 1),
248(37, 'DEPOK', 'Pasar Segar Depok, Jl Tole Iskandar, Depok', 1),
249(38, 'TANGERANG', 'Mal Ciledug, Food Court Lt.3', 1),
250(39, 'TANGERANG', 'Ruko Perumahan PAMULANG II, Tangerang', 1),
251(40, 'TANGERANG', 'Jl Pondok Cabe Raya, Ruko Mutiara, Simpang Gaplek, Pamulang', 1),
252(41, 'TANGERANG', 'Plaza Jababeka, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Baru', 1),
253(42, 'TANGERANG', 'Jl Pajajaran No. 8 Pamulang (Cuci Steam 24 jam)', 1),
254(43, 'TANGERANG', 'Mall Karawaci lt. 3', 1),
255(44, 'TANGERANG', 'Superindo Jl Cirendeu Raya, Ciputat', 1),
256(45, 'TANGERANG', 'Pasar Segar Graha Raya - Bintaro Jaya Blok KC 1/9Serpong - Tangerang', 1),
257(46, 'TANGERANG', 'Alfamart Cikokol-4, Tangerang', 1),
258(47, 'BEKASI', 'Jl. Raya Taman Wisma Asri, Ruko blok M20A-B Perum Wisma Asri, Bekasi', 1),
259(48, 'BEKASI', 'Ruko Perumahan Galaxy, Bekasi', 1),
260(49, 'BEKASI', 'Bekasi Square Mall Lt.3 UG, Jl Jend A Yani, Pekayon Jaya', 1),
261(50, 'BEKASI', 'Grand Mall Bekasi Lt.2, Jl Jend Sudirman No 28 Bekasi', 1),
262(51, 'BEKASI', 'ALFA MIDI JL. KH Agus Salim BEKASI (depan SMP 18 BEKASI), Pertigaan Mekarsari', 1),
263(52, 'BEKASI', 'Carrefour Harapan Indah Bekasi', 1),
264(53, 'BEKASI', 'Pasar Swalayan Naga samping Pabrik AQUA Bekasi', 1),
265(54, 'BEKASI', 'Belakang RS MITRA Bekasi Barat, di depan SMAN 2 Bekasi', 1),
266(55, 'BOGOR', 'Bogor Trade Mall, Bogor', 1),
267(56, 'BOGOR', 'Depan Mal Cilengsi, Bogor', 1),
268(57, 'BOGOR', 'Botani Square, Foodcourt Lt. 2, Bogo', 1),
269(58, 'BOGOR', 'Corita Corner. jln. Raya Dramaga No. 253 (depan Halte Kampus IPB-Bogor) Dramaga?', 1),
270(59, 'BANDUNG', 'Jl Ciumbuleuit No. 51, Bandung', 1),
271(60, 'BANDUNG', 'STASIUN BANDUNG', 1),
272(61, 'BANDUNG', 'Komp Cimindi Raya, CIMAHI', 1),
273(62, 'BANDUNG', 'Jl.Pasundan 64 Bandung (depan Virunet).', 1),
274(63, 'SERANG / CILEGON', 'Food Court Outlet Pojokan Damkar, Cilegon', 1),
275(64, 'SERANG / CILEGON', 'Mal Cilegon/Ramayana Cilegon lantai 2 depan bioskop Studio 21/Harika Music, Serang', 1),
276(65, 'GARUT', 'House of Shamira, Intan Business Center, Jl.Guntur Blok A 25, GARUT', 1),
277(66, 'TASIKMALAYA', 'Mayasari Plaza Lt.3 Depan Violet Bilyar. Tasikmalaya.', 1),
278(67, 'CIREBON', 'Grage Mal Jl Tentara Pelajar, Cirebon', 1),
279(68, 'CIREBON', '"Giant" Jl By Pass, Cirebon', 1),
280(69, 'CIREBON', 'PGC (Pusat Grosir Cirebon), Jl Siliwangi, Cirebon', 1),
281(70, 'SOLO', 'Jl. Wirengen Rt 01/05, no.41 Baluwarti, Pasar Kliwon, Surakarta', 1),
282(71, 'SOLO', 'Hypermart Solo Grand Mall, Jl Slamet Riyadi, Solo', 1),
283(72, 'JOGJAKARTA', 'Jalan Kaliurang Km 5 Yogyakarta.', 1),
284(73, 'JOGJAKARTA', 'Outlet Kios Flamboyan no.35 Ruko no.5, Deresan, Sleman, Jogjakarta', 1),
285(74, 'JOGJAKARTA', 'Galeria Mall lt.B1 (Foodmart Area), Jogjakarta', 1),
286(75, 'SEMARANG', 'Indomaret Pleburan Jl. Pleburan Barat No.2 Semarang', 1),
287(76, 'SEMARANG', 'Foodcourt DP Mall Lantai II Semarang', 1),
288(77, 'SEMARANG', 'Jl. Prof. Sudharto no. 126A Tembalang, Semarang', 1),
289(78, 'CILACAP', 'Lomanis, Cilacap', 1),
290(79, 'MADIUN', 'Hypermart lantai 2 (Food Republic ), Jl Pahlawan, Madiun', 1),
291(80, 'MALANG', 'Hypermart, Matos (Malang Town Square)', 1),
292(81, 'MALANG', 'MOG (Mall Olympic Garden) lantai 2, Malang', 1),
293(82, 'SURABAYA', 'Perum Kebraon Indah, Permai G-15 Kel. Kebraon, Kec.Karangpilang Surabaya', 1),
294(83, 'SURABAYA', 'Mini Market Pelangi, Ruko Taman Gapura F19-20 Surabaya', 1),
295(84, 'SURABAYA', 'Indomaret Jl. Nginden Semolo 68 Surabaya', 1),
296(85, 'BALI', 'Toko Sumber Sri Rejeki, Depan LP Kerobokan, Denpasar', 1),
297(86, 'BALI', 'Toko Lubna Banjar Semer, Kerobokan, Bali', 1),
298(87, 'BALI', 'Indomaret Dalung 2, Perum Dalung Permai, BALI', 1),
299(88, 'BALI', 'Food court "Krisna2 Pusat Oleh-Oleh Bali", Sunset Road Kuta, Bali', 1),
300(89, 'BALI', 'Pusat Oleh-oleh Erlangga 2, jl. Nusa Kambangan, Denpasar, Bali', 1),
301(90, 'BALI', 'Matahari Hypermart Mall Bali Galeria, Jl. By Pass Ngurah Rai, Kuta, Bali', 1),
302(91, 'BALI', 'Pusat Oleh-oleh Kampung Nusantara, Jl. Sunset Road, Kuta, Bali', 1),
303(92, 'BALI', 'Matahari Foodmart Kuta Square, Jl. Bakung Sari no. 1, Kuta, Bali', 1),
304(93, 'BALI', 'Ramayana Hardy?s Sesetan, Jl. Raya Sesetan, Denpasar, Bali', 1),
305(94, 'BALI', 'HR Swalayan, Jl. Gunung Rinjani 1-3 Monang-maning, Denpasar, Bali', 1),
306(95, 'BALI', 'Nirmala Swalayan, Jl. Mahendradata, Denpasar, Bali', 1),
307(96, 'BALI', 'Nirmala Swalayan, Jl. Uluwatu 2 no. 10 Ungasan, Kuta, Bali', 1),
308(97, 'BALI', 'Jl. Pulau Galang no. 44 Pemogan, Denpasar, Bali', 1),
309(98, 'BALI', 'Bali Electronic Center, Jl. Teuku Umar, Denpasar, Bali', 1),
310(99, 'BALI', 'Jl. Poppies 2, Kuta, Bali', 1),
311(100, 'BALI', 'Pantai Dreamland Pecatu Uluwatu, Jimbaran, Bali', 1),
312(101, 'BALI', 'Pasar Seni Sukawati, Gianyar, Bali', 1),
313(102, 'BALI', 'Jl. Pulau Buton, Denpasar, Bali', 1),
314(103, 'BALI', 'Depot Joko Jl. By Pass Ngurah Rai, Tuban Kuta, Bali', 1),
315(104, 'BALI', 'Alfamidi Canggu, Jl. Raya Canggu, Denpasar, Bali', 1),
316(105, 'MATARAM', 'Mataram Mall II Lt.1, Jl Pecanggik - Cakra, Mataram NTB', 1),
317(106, 'KUPANG', 'JABAL MART Lt.2, JL. KARTINI NO.1 KEFAMENANU, TTU, NTT', 1),
318(107, 'BALIKPAPAN', 'MAKRO Balikpapan', 1),
319(108, 'BALIKPAPAN', 'Mal Balikpapan Baru Lt.1, Balikpapan', 1),
320(109, 'BALIKPAPAN', 'Jl Mekar Sari No 10, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Kaltim', 1),
321(110, 'PONTIANAK', 'Volare Cafe, parkiran Radio Volare 103.4FM, Jl Sumatera no 28, Pontianak', 1),
322(111, 'PONTIANAK', 'Depan Ruko Le Gita Cakes (samping RM Ayam Penyet Bu Nina), +/- 100 meter dari RS Anugerah Bunda Khatulistiwa, Jl. A Yani, Pontianak.', 1),
323(112, 'PANGKALAN BUN', 'Jl Hasanudin no.33 Pangkalan Bun', 1),
324(113, 'BANJARMASIN', 'Jl Veteran No 20, Simpang Tiga Kampung Gadang, seberang Dealer Yamaha, Banjarmasin', 1),
325(114, 'SAMARINDA', 'JL.KH Syradj Salman, PERUM GRAND MAHAKAM BLOK 1 NO.3, SAMARINDA', 1),
326(115, 'SAMARINDA', 'Jln. Seruni No 7 Samarinda telp 741360', 1),
327(116, 'SAMARINDA', 'Hypermart Plaza Mulia Samarinda, lantai Dasar depan BreadLife.', 1),
328(117, 'MAKASSAR', 'Panakkukang Square Lt.2 (depan Carrefour), Makassar', 1),
329(118, 'MAKASSAR', 'Depan Toko Megumi, Jl Karunrung 22A, Makassar', 1),
330(119, 'MAKASSAR', 'Outlet Putri Chanisah, Cafe Kampus STIM Nitro, Jl Racing Center No 101, Gedung Fajar 2, Makassar', 1),
331(120, 'MAKASSAR', 'Pena Cafe, lt.basement Gedung Graha Pena, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar', 1),
332(121, 'PEKANBARU', 'V2 Speed shop, Jl Durian no.32 Labuhan Baru Pekanbaru', 1),
333(122, 'PEKANBARU', 'Jl Cut Nya Dien, belakang Kantor Gubernur Riau (Kantin Upik)', 1),
334(123, 'PEKANBARU', 'Entrance Depan Lantai I Plaza Senapelan, Pekanbaru', 1),
335(124, 'PEKANBARU', 'Jl. Sultan Syarif Qasim depan SMU Negeri 1 & SMP Negeri 1 (Samping Kolam Renang Kalinjuang). Malam hari di Taman belakang Perpustakaan Wilayah Riau, Pekanbaru.', 1),
336(125, 'SUMUT / MEDAN', 'Kantin Pasca Sarjana MM - Universitas Sumatera Utara. Jl. Prof. Maas, Pintu 2 Kampus USU - Medan', 1),
337(126, 'SUMUT / MEDAN', 'Jl Imam Bonjol, Rantau Prapat', 1),
338(127, 'SUMUT / MEDAN', 'Carrefour Citra Garden, Medan', 1),
339(128, 'SUMUT / MEDAN', 'Suzuya Plaza Bagan Satu', 1),
340(129, 'SUMUT / MEDAN', 'Toko Indo Market, Kota Pinang Labuhan Batu.', 1),
341(130, 'BATAM', 'Komp Ruko Alibaba Blok D No 19 (samping Pasar Nasadotamana) Batam Kota, Kepri', 1),
342(131, 'RIAU BAGAN SIAPIAPI', 'Jl Sentosa No 1 (Simpang Kelenteng), Kota Bagan Siapiapi, Riau', 1),
343(132, 'BANGKA', 'Neptune Club, Kawasan Wisata Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Bangka', 1),
344(133, 'SUMBAR / PADANG', 'Tabing, Padang', 1),
345(134, 'SUMBAR / PADANG', 'Padang', 1),
346(135, 'SUMBAR / PADANG', 'Satu Lagi Net, Jl Syech Jamil Jambek No 9, Bukit Tinggi', 1);
347
348-- --------------------------------------------------------
349
350--
351-- Table structure for table `ms_city`
352--
353
354CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_city` (
355 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
356 `city` varchar(255) NOT NULL,
357 PRIMARY KEY (`id`,`city`)
358) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=37 ;
359
360--
361-- Dumping data for table `ms_city`
362--
363
364INSERT INTO `ms_city` (`id`, `city`) VALUES
365(1, 'JAKARTA'),
366(6, 'DEPOK'),
367(7, 'TANGERANG'),
368(8, 'BEKASI'),
369(9, 'BOGOR'),
370(10, 'BANDUNG'),
371(11, 'SERANG / CILEGON'),
372(12, 'GARUT'),
373(13, 'TASIKMALAYA'),
374(14, 'CIREBON'),
375(15, 'SOLO'),
376(16, 'JOGJAKARTA'),
377(17, 'SEMARANG'),
378(18, 'CILACAP'),
379(19, 'MADIUN'),
380(20, 'MALANG'),
381(21, 'SURABAYA'),
382(22, 'BALI'),
383(23, 'MATARAM'),
384(24, 'KUPANG'),
385(25, 'BALIKPAPAN'),
386(26, 'PONTIANAK'),
387(27, 'PANGKALAN BUN'),
388(28, 'BANJARMASIN'),
389(29, 'SAMARINDA'),
390(30, 'MAKASSAR'),
391(31, 'PEKANBARU'),
392(32, 'SUMUT / MEDAN'),
393(33, 'BATAM'),
394(34, 'RIAU BAGAN SIAPIAPI'),
395(35, 'BANGKA'),
396(36, 'SUMBAR / PADANG');
397
398-- --------------------------------------------------------
399
400--
401-- Table structure for table `ms_content`
402--
403
404CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_content` (
405 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
406 `title_en` varchar(255) NOT NULL,
407 `title_in` varchar(255) NOT NULL,
408 `description_en` text NOT NULL,
409 `description_in` text NOT NULL,
410 `position` varchar(50) NOT NULL,
411 `status` int(1) NOT NULL,
412 PRIMARY KEY (`id`)
413) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=45 ;
414
415--
416-- Dumping data for table `ms_content`
417--
418
419INSERT INTO `ms_content` (`id`, `title_en`, `title_in`, `description_en`, `description_in`, `position`, `status`) VALUES
420(30, 'Vision & Mission', 'Visi & Misi', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'whatsnew', 1),
421(29, 'Appreciation', 'Penghargaan', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.\r\n<BR><BR>\r\nContrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.\r\n</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.\r\n<BR><BR>\r\nContrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.\r\n</p>', 'whatsnew', 1),
422(28, 'FAQ', 'FAQ', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some? There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some? There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'whatsnew', 1),
423(27, 'Owner Profile', 'Profile Pemilik', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'whatsnew', 1),
424(31, 'What is Semerbak Coffee', 'Apa itu Semerbak Coffee', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'whatsnew', 1),
425(32, 'Our Outlet', 'Outlet Kami', 'Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n<BR><BR>\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n<BR><BR>\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.', 'Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n<BR><BR>\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n<BR><BR>\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.', 'whatsnew', 1),
426(33, 'Promotion', 'Promosi', '<p>Sebagai ungkapan rasa terima kasih kami atas support para mitra selama ini, maka mulai 1-30 November 2010, untuk setiap pembelian bahan baku, kami memberikan bonus 10% tambahan bahan baku GRATIS !!!* So... Para mitra tercinta, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini. Segera hubungi sales kami, dan pesan bahan baku sekarang juga... <br /><br /><strong>* Untuk setiap pembelian minimal 200 cup bahan baku dalam satu invoice.</strong></p>', '<p>Sebagai ungkapan rasa terima kasih kami atas support para mitra selama ini, maka mulai 1-30 November 2010, untuk setiap pembelian bahan baku, kami memberikan bonus 10% tambahan bahan baku GRATIS !!!* So... Para mitra tercinta, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini. Segera hubungi sales kami, dan pesan bahan baku sekarang juga... <br /> <br /> <strong>* Untuk setiap pembelian minimal 200 cup bahan baku dalam satu invoice.</strong></p>', 'whatsnew', 1),
427(40, 'Career', 'Karir', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'whatsnew', 1),
428(35, 'About Coffee', 'Seputar Produk Kopi', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'whatsnew', 1),
429(36, 'Recipe', 'Bahan Baku', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'recipe', 1),
430(37, 'Master Franchise', 'Master Franchise', '<p><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: small;"><strong><span style="color: black;">MASTER FRANCHISE ‘SEMERBAK COFFEE’<br /></span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Adalah franchisee yang diberi kewenangan untuk menangani dan mengelola distribusi bahan baku ke outlet-outlet dalam suatu wilayah.</li>\r\n<li>Terbuka kepada seluruh mitra Semerbak Coffee yang berada di wilayah Indonesia.</li>\r\n</ul>\r\n<p><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">KEUNTUNGAN SEBAGAI MASTER FRANCHISE</span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mendapat margin 20% dari supply bahan baku ke tiap outlet di wilayahnya (biaya pengiriman ditanggung oleh pihak master franchise).</li>\r\n<li>Mendapat komisi berupa 200 cup bahan baku atas hasil usahanya untuk tiap pembukaan outlet baru di wilayahnya</li>\r\n</ul>\r\n<p><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">PERSYARATAN MASTER FRANCHISE</span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mempunyai jiwa entrepreneur dan Leadership serta mau bekerjasama dengan franchisor dan mitra yang lain untuk membesarkan waralaba Semerbak Coffee di wilayahnya.</li>\r\n<li>Minimal terdapat 10 outlet Semerbak yang di miliki oleh mitra lain di wilayahnya</li>\r\n<li>Memiliki minimal 5 outlet Semerbak Coffee yang dikelola sendiri, atau 1 outlet dengan omzet pembelian Bahan Baku ke Pusat rata-rata 3 bulan terakhir minimal Rp 7.000.000/bulan.</li>\r\n<li>Mempunyai armada pengiriman/kurir untuk wilayah jangkauannya.</li>\r\n<li>Menyediakan tempat yang cukup untuk stock bahan baku.</li>\r\n<li>Mampu memenuhi dan mencapai target penjualan yang ditetapkan dari Kantor Pusat, jika gagal dalam 3 bulan berturut-turut maka akan diadakan evaluasi kembali </li>\r\n<li>Membayar biaya Survey, yang besarnya ditentukan dari Kantor Pusat.</li>\r\n</ul>\r\n<p><br /><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">KEWAJIBAN SEBAGAI MASTER FRANCHISE<br /></span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mendistribusikan bahan baku yang disuplai dari manajemen pusat Semerbak Coffee, ke masing-masing outlet di wilayahnya sesuai pesanan.</li>\r\n<li>Ikut melakukan promosi lokal untuk meningkatkan penjualan masing-masing outlet di wilayahnya.</li>\r\n<li>Ikut memberikan informasi dan masukan terhadap kelayakan target lokasi untuk outlet baru.</li>\r\n<li>Secara periodik melakukan evaluasi dan monitoring kualitas masing-masing outlet franchisee di wilayahnya.</li>\r\n<li>Mentaati semua aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh franchisor.</li>\r\n</ul>\r\n<p><br /><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">PROSES SEBAGAI MASTER FRANCHISE</span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mengajukan permohonan untuk menjadi Master Franchise Semerbak Coffee, lengkap dengan data diri, dan pengalaman berwiraswasta/bekerja.</li>\r\n<li>Mengisi form calon master franchise dan bersedia untuk diwawancarai oleh pihak franchisor.</li>\r\n<li>Dilanjutkan dengan proses survei lokasi, yang meliputi potensial lokasi, karakter pembeli, faktor kompetisi, demography, dll. Biaya survei ditanggung pihak calon master fracnhise.</li>\r\n<li>Penandatanganan surat perjanjian Master Franchise.</li>\r\n</ul>\r\n<p> </p>\r\n<p style="text-align: center;"><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: small;"><strong>MANFAATKAN KESEMPATAN EMAS INI, AYO MAJU DAN BERKEMBANG BERSAMA KAMI...!!</strong></span></p>\r\n<p> </p>\r\n<ul>\r\n</ul>', '<p><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: small;"><strong><span style="color: black;">MASTER FRANCHISE ‘SEMERBAK COFFEE’<br /></span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Adalah franchisee yang diberi kewenangan untuk menangani dan mengelola distribusi bahan baku ke outlet-outlet dalam suatu wilayah.</li>\r\n<li>Terbuka kepada seluruh mitra Semerbak Coffee yang berada di wilayah Indonesia.</li>\r\n</ul>\r\n<p><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">KEUNTUNGAN SEBAGAI MASTER FRANCHISE</span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mendapat margin 20% dari supply bahan baku ke tiap outlet di wilayahnya (biaya pengiriman ditanggung oleh pihak master franchise).</li>\r\n<li>Mendapat komisi berupa 200 cup bahan baku atas hasil usahanya untuk tiap pembukaan outlet baru di wilayahnya</li>\r\n</ul>\r\n<p><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">PERSYARATAN MASTER FRANCHISE</span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mempunyai jiwa entrepreneur dan Leadership serta mau bekerjasama dengan franchisor dan mitra yang lain untuk membesarkan waralaba Semerbak Coffee di wilayahnya.</li>\r\n<li>Minimal terdapat 10 outlet Semerbak yang di miliki oleh mitra lain di wilayahnya</li>\r\n<li>Memiliki minimal 5 outlet Semerbak Coffee yang dikelola sendiri, atau 1 outlet dengan omzet pembelian Bahan Baku ke Pusat rata-rata 3 bulan terakhir minimal Rp 7.000.000/bulan.</li>\r\n<li>Mempunyai armada pengiriman/kurir untuk wilayah jangkauannya.</li>\r\n<li>Menyediakan tempat yang cukup untuk stock bahan baku.</li>\r\n<li>Mampu memenuhi dan mencapai target penjualan yang ditetapkan dari Kantor Pusat, jika gagal dalam 3 bulan berturut-turut maka akan diadakan evaluasi kembali </li>\r\n<li>Membayar biaya Survey, yang besarnya ditentukan dari Kantor Pusat.</li>\r\n</ul>\r\n<p><br /><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">KEWAJIBAN SEBAGAI MASTER FRANCHISE<br /></span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mendistribusikan bahan baku yang disuplai dari manajemen pusat Semerbak Coffee, ke masing-masing outlet di wilayahnya sesuai pesanan.</li>\r\n<li>Ikut melakukan promosi lokal untuk meningkatkan penjualan masing-masing outlet di wilayahnya.</li>\r\n<li>Ikut memberikan informasi dan masukan terhadap kelayakan target lokasi untuk outlet baru.</li>\r\n<li>Secara periodik melakukan evaluasi dan monitoring kualitas masing-masing outlet franchisee di wilayahnya.</li>\r\n<li>Mentaati semua aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh franchisor.</li>\r\n</ul>\r\n<p><br /><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">PROSES SEBAGAI MASTER FRANCHISE</span></strong></span></p>\r\n<ul>\r\n<li>Mengajukan permohonan untuk menjadi Master Franchise Semerbak Coffee, lengkap dengan data diri, dan pengalaman berwiraswasta/bekerja.</li>\r\n<li>Mengisi form calon master franchise dan bersedia untuk diwawancarai oleh pihak franchisor.</li>\r\n<li>Dilanjutkan dengan proses survei lokasi, yang meliputi potensial lokasi, karakter pembeli, faktor kompetisi, demography, dll. Biaya survei ditanggung pihak calon master fracnhise.</li>\r\n<li>Penandatanganan surat perjanjian Master Franchise.</li>\r\n</ul>\r\n<p> </p>\r\n<p style="text-align: center;"><span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: small;"><strong>MANFAATKAN KESEMPATAN EMAS INI, AYO MAJU DAN BERKEMBANG BERSAMA KAMI...!!</strong></span></p>\r\n<p> </p>', 'master franchise', 1);
431INSERT INTO `ms_content` (`id`, `title_en`, `title_in`, `description_en`, `description_in`, `position`, `status`) VALUES
432(38, 'Franchise Info', 'Info Franchise ', '<p><strong>Kenapa harus Semerbak Coffee?</strong></p>\r\n<p>- Bisnis yang Murah dan Mudah<br />- Bukan minuman musiman<br />- Margin yang tinggi<br />- Proyeksi ROI yang cepat, 5-6 bulan<br />- Inovasi terus menerus berorientasi pada kepuasan pelanggan<br />- Bahan baku murah dan supply terjamin<br />- Sistem teruji dan mudah diaplikasikan<br />- Manajemen handal dan profesional<br />- Pangsa pasar yang terus berkembang<br />- Tidak ada franchise fee dll. </p>\r\n<h3><span style="color: #ff0000;"><strong>Investasi hanya </strong><strong>Rp 8.500.000<br /></strong></span></h3>\r\n<p><strong>Fasilitas yang didapat: </strong></p>\r\n<p>- Satu unit counter<br />- Paket perlengkapan counter lengkap: blender, dispenser, ice box, dll<br />- Bahan baku kopi 20 rasa untuk 200 cups<br />- Media promosi ( Xbanner, flyer dll )<br />- Dua buah kaos seragam Karyawan<br />- Prosedur Pembuatan ( SOP )<br />- Masa kelola selamanya<br />- Sistem operasional yang sudah terbukti</p>\r\n<p><strong>Fasilitas yang diperlukan : </strong></p>\r\n<p>- Lokasi, berada di tempat strategis: perkantoran,ATM, mini market, kampus,perumahan,pusat belanja, mall, dll<br />- Luas ukuran tempat minimal sesuai ukuran counter ( 1 x 1 m )<br />- Karyawan (memenuhi kualifikasi dan di training)</p>\r\n<p><br /><strong>Supporting Franchisor (Pusat) :</strong></p>\r\n<p>- Menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan<br />- Menyediakan Bahan baku utama<br />- Melakukan perubahan harga jual ke konsumen<br />- Melakukan kegiatan promosi nasional<br /> <br /></p>\r\n<p><strong>Peranan Franchisee ( Penerima ) :</strong></p>\r\n<p>- Mengajukan usulan lokasi tempat<br />- Melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap counter, peralatan,dan karyawan<br />- Melakukan pembelian bahan baku Semerbak Coffee<br />- Bertanggung jawab atas hasil penjualan<br />- Bertanggung jawab atas biaya sewa tempat / lokasi<br />- Melakukan promosi radius 1km - 1.5km dari counter/lokasi</p>\r\n<p> <br />Anda berminat..? silahkan <a href="http://semerbakcoffee.com/index.php?option=com_dfcontact&Itemid=28" target="_blank">Hubungi kami</a> atau <a href="http://semerbakcoffee.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=38" target="_blank">klik disini </a>untuk mendapatkan Sample</p>\r\n<p> </p>\r\n<h2><span style="text-decoration: underline; font-family: arial,helvetica,sans-serif;">Bagaimana Caranya Menjadi Mitra Semerbak Coffee ?</span></h2>\r\n<p>1. Sudah memahami konsep bisnis Semerbak Coffee<br />2. Mengisi formulir permohonan menjadi mitra Coffee<br />3. Sudah mempunyai gambaran lokasi usaha dan karyawan<br />4. Pembayaran investasi di awal sebesar Rp.8.500.000 ( belum terimasuk biaya kirim untuk luar jakarta )<br />5. Pembayaran bisa dengan CASH atau TRANSFER via Bank BCA atau MANDIRI <br />6. Pengiriman Booth + Perlengkapan paling lama 20 hari kerja setelah pembayaran, Jika Anda membayar DP Rp.6.000.000<br />7. Pengiriman Booth + Perlengkapan paling lama 5 hari setelah pelunasan, Jika Anda membayar Lunas Rp.8.500.000 ( belum termasuk biaya kirim untuk luar Jakarta )<br />8. Bersedia mengikuti ketentuan yang berlaku </p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tahapan Kerja Sama</span></strong></p>\r\n<h3>Setelah merasa cocok dan yakin dengan Semerbak Coffee, maka tahapan berikutnya untuk menjadi mitra adalah: </h3>\r\n<p>1.Mitra membayar Investari sebesar Rp.8.500.000 ( belum termasuk biaya kirim untuk luar jakarta )<br /><br />2.Mitra mencari lokasi usaha, selama mencari lokasi booth dan semua peralatan dapat dititipkan di tempat kami<br /><br />3.Setelah mendapatkan Lokasi usaha, booth dan perlengkapan akan di kirimkan ke lokasi dalam waktu 20 hari kerja ( jika membayar DP Rp.6jt ) atau maksimal 5 hari kerja ( jika membayar Cash Rp.8,5juta ) <br /><br />4.Untuk mitra luar jakarta, tangerang dan bekasi, booth dan semua peralatan akan dikirim melalui ekspedisi, dan biaya kirim menjadi tanggungan mitra. </p>\r\n<p> </p>\r\n<h2><span style="text-decoration: underline; font-family: arial,helvetica,sans-serif;">Persyaratan untuk Menjadi Mitra Semerbak Coffee </span></h2>\r\n<p>1. Memiliki Modal yang cukup untuk Investasi sebesar Rp.8.500.000 ( belum termasuk biaya kirim untuk luar Jakarta )</p>\r\n<p>2. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap bisnis ini untuk maju dan berkembang bersama Semerbak Coffee</p>\r\n<p>3. Bersedia meluangkan waktu untuk terjun mengawasi perkembangan outlet</p>\r\n<p>4. Memahami Resiko Bisnis</p>\r\n<p>5. Bersedia mentaati peraturan yang tertuang dalam surat kontrak kerja sama</p>\r\n<p>6. wajib membeli Bahan baku dari pusat<strong> </strong></p>\r\n<p><span style="color: #000000;">\r\n<p><em><strong>Note </strong></em>: <a href="http://semerbakcoffee.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=38" target="_blank"><em>Untuk mitra yang ingin mencicipi dulu Semerbak Coffee,kami menyediakan paket sampel berisi 8 rasa kopi, berikut cara penyajiannya. Harga paket sample Rp 50.000, belum termasuk ongkos kirim. </em></a></p>\r\n<p> </p>\r\n</span></p>\r\n<h1><span style="color: #000000; font-family: arial,helvetica,sans-serif;">Berikut adalah target lokasi usaha yang kami sarankan : </span></h1>\r\n<ul>\r\n<li><span style="color: #000000;">Sekolah / Kampus</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Pasar</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Mall</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Rumah Sakit</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Tempat Hiburan dan Rekreasi</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Kolam renang</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Kantin </span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Gedung Perkantoran</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Terminal / Stasiun</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Tempat lain yang menjadi Pusat keramaian</span></li>\r\n</ul>', '<p><strong>Kenapa harus Semerbak Coffee?</strong></p>\r\n<p>- Bisnis yang Murah dan Mudah<br /> - Bukan minuman musiman<br /> - Margin yang tinggi<br /> - Proyeksi ROI yang cepat, 5-6 bulan<br /> - Inovasi terus menerus berorientasi pada kepuasan pelanggan<br /> - Bahan baku murah dan supply terjamin<br /> - Sistem teruji dan mudah diaplikasikan<br /> - Manajemen handal dan profesional<br /> - Pangsa pasar yang terus berkembang<br /> - Tidak ada franchise fee dll. </p>\r\n<h3><span style="color: #ff0000;"><strong>Investasi hanya </strong><strong>Rp 8.500.000<br /> <br /> </strong></span></h3>\r\n<p><strong>Fasilitas yang didapat: </strong></p>\r\n<p>- Satu unit counter<br /> - Paket perlengkapan counter lengkap: blender, dispenser, ice box, dll<br /> - Bahan baku kopi 20 rasa untuk 200 cups<br /> - Media promosi ( Xbanner, flyer dll )<br /> - Dua buah kaos seragam Karyawan<br /> - Prosedur Pembuatan ( SOP )<br /> - Masa kelola selamanya<br /> - Sistem operasional yang sudah terbukti<br /> <br /></p>\r\n<p><strong>Fasilitas yang diperlukan : </strong></p>\r\n<p>- Lokasi, berada di tempat strategis: perkantoran,ATM, mini market, kampus,perumahan,pusat belanja, mall, dll<br /> - Luas ukuran tempat minimal sesuai ukuran counter ( 1 x 1 m )<br /> - Karyawan (memenuhi kualifikasi dan di training)</p>\r\n<p><br /> <strong>Supporting Franchisor (Pusat) :</strong></p>\r\n<p>- Menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan<br /> - Menyediakan Bahan baku utama<br /> - Melakukan perubahan harga jual ke konsumen<br /> - Melakukan kegiatan promosi nasional<br /> <br /></p>\r\n<p><strong>Peranan Franchisee ( Penerima ) :</strong></p>\r\n<p>- Mengajukan usulan lokasi tempat<br /> - Melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap counter, peralatan,dan karyawan<br /> - Melakukan pembelian bahan baku Semerbak Coffee<br /> - Bertanggung jawab atas hasil penjualan<br /> - Bertanggung jawab atas biaya sewa tempat / lokasi<br /> - Melakukan promosi radius 1km - 1.5km dari counter/lokasi</p>\r\n<p> <br /> Anda berminat..? silahkan <a href="http://semerbakcoffee.com/index.php?option=com_dfcontact&Itemid=28" target="_blank">Hubungi kami</a> atau <a href="http://semerbakcoffee.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=38" target="_blank">klik disini </a>untuk mendapatkan Sample</p>\r\n<p> </p>\r\n<h2><span style="text-decoration: underline; font-family: arial,helvetica,sans-serif;">Bagaimana Caranya Menjadi Mitra Semerbak Coffee ?</span></h2>\r\n<p>1. Sudah memahami konsep bisnis Semerbak Coffee<br /> 2. Mengisi formulir permohonan menjadi mitra Coffee<br /> 3. Sudah mempunyai gambaran lokasi usaha dan karyawan<br /> 4. Pembayaran investasi di awal sebesar Rp.8.500.000 ( belum terimasuk biaya kirim untuk luar jakarta )<br /> 5. Pembayaran bisa dengan CASH atau TRANSFER via Bank BCA atau MANDIRI <br /> 6. Pengiriman Booth + Perlengkapan paling lama 20 hari kerja setelah pembayaran, Jika Anda membayar DP Rp.6.000.000<br /> 7. Pengiriman Booth + Perlengkapan paling lama 5 hari setelah pelunasan, Jika Anda membayar Lunas Rp.8.500.000 ( belum termasuk biaya kirim untuk luar Jakarta )<br /> 8. Bersedia mengikuti ketentuan yang berlaku </p>\r\n<p> </p>\r\n<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tahapan Kerja Sama</span></strong></p>\r\n<h3>Setelah merasa cocok dan yakin dengan Semerbak Coffee, maka tahapan berikutnya untuk menjadi mitra adalah: </h3>\r\n<p>1.Mitra membayar Investari sebesar Rp.8.500.000 ( belum termasuk biaya kirim untuk luar jakarta )<br /> <br /> 2.Mitra mencari lokasi usaha, selama mencari lokasi booth dan semua peralatan dapat dititipkan di tempat kami<br /> <br /> 3.Setelah mendapatkan Lokasi usaha, booth dan perlengkapan akan di kirimkan ke lokasi dalam waktu 20 hari kerja ( jika membayar DP Rp.6jt ) atau maksimal 5 hari kerja ( jika membayar Cash Rp.8,5juta ) <br /> <br /> 4.Untuk mitra luar jakarta, tangerang dan bekasi, booth dan semua peralatan akan dikirim melalui ekspedisi, dan biaya kirim menjadi tanggungan mitra. </p>\r\n<p> </p>\r\n<h2><span style="text-decoration: underline; font-family: arial,helvetica,sans-serif;">Persyaratan untuk Menjadi Mitra Semerbak Coffee </span></h2>\r\n<p>1. Memiliki Modal yang cukup untuk Investasi sebesar Rp.8.500.000 ( belum termasuk biaya kirim untuk luar Jakarta )</p>\r\n<p>2. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap bisnis ini untuk maju dan berkembang bersama Semerbak Coffee</p>\r\n<p>3. Bersedia meluangkan waktu untuk terjun mengawasi perkembangan outlet</p>\r\n<p>4. Memahami Resiko Bisnis</p>\r\n<p>5. Bersedia mentaati peraturan yang tertuang dalam surat kontrak kerja sama</p>\r\n<p>6. wajib membeli Bahan baku dari pusat<strong> </strong></p>\r\n<p><span style="color: #000000;">\r\n<p><em><strong>Note </strong></em>: <a href="http://semerbakcoffee.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=38" target="_blank"><em>Untuk mitra yang ingin mencicipi dulu Semerbak Coffee,kami menyediakan paket sampel berisi 8 rasa kopi, berikut cara penyajiannya. Harga paket sample Rp 50.000, belum termasuk ongkos kirim. </em></a></p>\r\n<p> </p>\r\n</span></p>\r\n<h1><span style="color: #000000; font-family: arial,helvetica,sans-serif;">Berikut adalah target lokasi usaha yang kami sarankan : </span></h1>\r\n<ul>\r\n<li><span style="color: #000000;">Sekolah / Kampus</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Pasar</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Mall</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Rumah Sakit</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Tempat Hiburan dan Rekreasi</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Kolam renang</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Kantin </span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Gedung Perkantoran</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Terminal / Stasiun</span></li>\r\n<li><span style="color: #000000;">Tempat lain yang menjadi Pusat keramaian</span></li>\r\n</ul>', 'franchise info', 1),
433(39, 'Taste', 'Rasa', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'taste', 1),
434(41, 'Media Coverage', 'Liputan Media', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', '<p>Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.\r\n\r\nThe standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.\r\nWhere can I get some?\r\n\r\nThere are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don''t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn''t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.</p>', 'media-coverage', 1),
435(42, 'From the <b>leader</b>', 'From the <b>leader</b>', 'In nec tellus congue libero ultricies molestie. Duis et diam. Suspendisse interdum velit eget pede. Duis facilisis dignissim urna. Proin eu velit. Donec blandit, orci id dapibus pretium, metus ante pulvinar nunc, ac vestibulum nisi metus nec nisl. \r\n\r\nVestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan libero.\r\n\r\nVestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan libero.\r\n\r\nVestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan libero. Vestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui.', 'In nec tellus congue libero ultricies molestie. Duis et diam. Suspendisse interdum velit eget pede. Duis facilisis dignissim urna. Proin eu velit. Donec blandit, orci id dapibus pretium, metus ante pulvinar nunc, ac vestibulum nisi metus nec nisl. \r\n\r\nVestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan libero.\r\n\r\nVestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan libero.\r\n\r\nVestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan libero. Vestibulum convallis metus eget orci posuere bibendum. Quisque sit amet augue.Nam magna. Pellentesque vitae velit at dui.', 'theleader', 1),
436(43, 'Welcome to <b>PT. JATIM BROMO STEEL</b>', 'Welcome to <b>PT. JATIM BROMO STEEL</b>', 'Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis cursus tortor. Nunc consectetuer diam ac odio. Pellentesque vel mauris sit amet urna malesuada ornare. Curabitur venenatis est eget arcu. Donec vestibulum. Proin rutrum. Morbi commodo fringilla orci. Ut vel tortor. In ut velit. Vivamus hendrerit aliquam quam. Curabitur placerat eros vitae libero. Fusce sagittis commodo purus. Cras orci. Quisque at justo. Quisque ullamcorper feugiat ligula. Quisque vulputate. \r\n\r\nPellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan ornare libero. Quisque auctor. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla adipiscing porta ante.', 'Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis cursus tortor. Nunc consectetuer diam ac odio. Pellentesque vel mauris sit amet urna malesuada ornare. Curabitur venenatis est eget arcu. Donec vestibulum. Proin rutrum. Morbi commodo fringilla orci. Ut vel tortor. In ut velit. Vivamus hendrerit aliquam quam. Curabitur placerat eros vitae libero. Fusce sagittis commodo purus. Cras orci. Quisque at justo. Quisque ullamcorper feugiat ligula. Quisque vulputate. \r\n\r\nPellentesque vitae velit at dui semper sodales. Curabitur accumsan ornare libero. Quisque auctor. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla adipiscing porta ante.', 'welcome-content', 1),
437(44, 'About <b>PT. JATIM BROMO STEEL</b>', 'About <b>PT. JATIM BROMO STEEL</b>', '<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> \r\n <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> ', '<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> \r\n <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla mi risus, tempor in, gravida quis, rutrum vitae, massa. Suspendisse congue, nibh et lacinia sodales.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> \r\n <p>Risus nulla fringilla enim, sit amet adipiscing sapien risus sed velit. Sed vitae justo. In quis lorem nec justo varius sodales. Nullam eleifend accumsan mi. Nunc at velit. Maecenas velit.</p> ', 'aboutus-content', 1);
438
439-- --------------------------------------------------------
440
441--
442-- Table structure for table `ms_gallery`
443--
444
445CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_gallery` (
446 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
447 `title` varchar(255) NOT NULL,
448 `description` text NOT NULL,
449 `image_location` varchar(255) NOT NULL,
450 `date` varchar(10) NOT NULL,
451 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
452 PRIMARY KEY (`id`)
453) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=38 ;
454
455--
456-- Dumping data for table `ms_gallery`
457--
458
459
460-- --------------------------------------------------------
461
462--
463-- Table structure for table `ms_main_banner`
464--
465
466CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_main_banner` (
467 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
468 `banner_location` varchar(255) NOT NULL,
469 `thumbnail` varchar(255) NOT NULL,
470 `title` varchar(255) NOT NULL,
471 `description` text NOT NULL,
472 `size` varchar(50) NOT NULL DEFAULT '535x263 px',
473 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
474 PRIMARY KEY (`id`)
475) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=73 ;
476
477--
478-- Dumping data for table `ms_main_banner`
479--
480
481
482-- --------------------------------------------------------
483
484--
485-- Table structure for table `ms_media`
486--
487
488CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_media` (
489 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
490 `banner_location` varchar(255) NOT NULL,
491 `thumbnail` varchar(255) NOT NULL,
492 `title` varchar(255) NOT NULL,
493 `description` text NOT NULL,
494 `size` varchar(50) NOT NULL DEFAULT '535x263 px',
495 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
496 PRIMARY KEY (`id`)
497) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=88 ;
498
499--
500-- Dumping data for table `ms_media`
501--
502
503INSERT INTO `ms_media` (`id`, `banner_location`, `thumbnail`, `title`, `description`, `size`, `status`) VALUES
504(79, 'images/media/info_kuliner.jpg', 'images/thumbnail/info_kuliner.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
505(78, 'images/media/duit.jpg', 'images/thumbnail/duit.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
506(80, 'images/media/info_kuliner2.jpg', 'images/thumbnail/info_kuliner2.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
507(81, 'images/media/kompasx.jpg', 'images/thumbnail/kompasx.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
508(82, 'images/media/kontan091009_0556x.jpg', 'images/thumbnail/kontan091009_0556x.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
509(83, 'images/media/wartakotax.jpg', 'images/thumbnail/wartakotax.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
510(84, 'images/media/xinfowrlb_0548.jpg', 'images/thumbnail/xinfowrlb_0548.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
511(85, 'images/media/xinfowrlb_0550.jpg', 'images/thumbnail/xinfowrlb_0550.jpg', '', '', '535x263 px', 1),
512(86, 'images/media/xinfowrlb_0551.jpg', 'images/thumbnail/xinfowrlb_0551.jpg', '', '', '535x263 px', 1);
513
514-- --------------------------------------------------------
515
516--
517-- Table structure for table `ms_messages`
518--
519
520CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_messages` (
521 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
522 `subject` varchar(255) NOT NULL,
523 `message` text NOT NULL,
524 `date` varchar(15) NOT NULL,
525 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
526 PRIMARY KEY (`id`)
527) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=3 ;
528
529--
530-- Dumping data for table `ms_messages`
531--
532
533
534-- --------------------------------------------------------
535
536--
537-- Table structure for table `ms_news`
538--
539
540CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_news` (
541 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
542 `title_en` varchar(255) NOT NULL,
543 `title_in` varchar(255) NOT NULL,
544 `description_en` text NOT NULL,
545 `description_in` text NOT NULL,
546 `date` varchar(10) NOT NULL,
547 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
548 PRIMARY KEY (`id`)
549) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=44 ;
550
551--
552-- Dumping data for table `ms_news`
553--
554
555INSERT INTO `ms_news` (`id`, `title_en`, `title_in`, `description_en`, `description_in`, `date`, `status`) VALUES
556(37, 'Lorem Ipsum is simply dummy 1', 'Lorem Ipsum is simply dummy 1', 'Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.', 'Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.', '20/08/2010', 1),
557(38, 'Lorem Ipsum is simply dummy 2', 'Lorem Ipsum is simply dummy 2', 'Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.', 'Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.', '20/08/2010', 1),
558(41, 'Hello World', 'Hello Worlda', '<p>aaaaaaaa</p>', '<p>aaaaaaaaa</p>', '27/11/2010', 1),
559(42, 'Hello World', 'Hello World', '<p>aaaaaaaaaaa</p>', '<p>aaaaaaaaaaa</p>', '27/11/2010', 1),
560(43, '', '', '', '', '27/11/2010', 1);
561
562-- --------------------------------------------------------
563
564--
565-- Table structure for table `ms_newsletter`
566--
567
568CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_newsletter` (
569 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
570 `email` varchar(100) NOT NULL,
571 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
572 PRIMARY KEY (`id`)
573) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=19 ;
574
575--
576-- Dumping data for table `ms_newsletter`
577--
578
579INSERT INTO `ms_newsletter` (`id`, `email`, `status`) VALUES
580(15, 'junaidyanton@gmai.com', 1),
581(17, 'pakfrater@yahoo.co.id', 1),
582(18, 'rico_wijaya@ymail.com', 1);
583
584-- --------------------------------------------------------
585
586--
587-- Table structure for table `ms_outlet`
588--
589
590CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_outlet` (
591 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
592 `banner_location` varchar(255) NOT NULL,
593 `thumbnail` varchar(255) NOT NULL,
594 `title` varchar(255) NOT NULL,
595 `description` text NOT NULL,
596 `size` varchar(50) NOT NULL,
597 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
598 PRIMARY KEY (`id`)
599) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=108 ;
600
601--
602-- Dumping data for table `ms_outlet`
603--
604
605
606-- --------------------------------------------------------
607
608--
609-- Table structure for table `ms_products`
610--
611
612CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_products` (
613 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
614 `name` varchar(255) NOT NULL,
615 `description_en` text NOT NULL,
616 `description_in` text NOT NULL,
617 `image` text NOT NULL,
618 `new_arrival` varchar(15) NOT NULL DEFAULT '0',
619 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '1',
620 `date` varchar(15) NOT NULL DEFAULT '',
621 PRIMARY KEY (`id`)
622) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=40 ;
623
624--
625-- Dumping data for table `ms_products`
626--
627
628
629-- --------------------------------------------------------
630
631--
632-- Table structure for table `ms_statistic`
633--
634
635CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_statistic` (
636 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
637 `username` varchar(50) NOT NULL,
638 `password` varchar(50) NOT NULL,
639 `link` varchar(255) NOT NULL,
640 PRIMARY KEY (`id`)
641) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=2 ;
642
643--
644-- Dumping data for table `ms_statistic`
645--
646
647
648-- --------------------------------------------------------
649
650--
651-- Table structure for table `ms_testimonial`
652--
653
654CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_testimonial` (
655 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
656 `name` varchar(100) NOT NULL,
657 `description` text NOT NULL,
658 `company` varchar(100) NOT NULL,
659 `date` varchar(10) NOT NULL,
660 `status` int(1) NOT NULL DEFAULT '0',
661 PRIMARY KEY (`id`)
662) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=41 ;
663
664--
665-- Dumping data for table `ms_testimonial`
666--
667
668INSERT INTO `ms_testimonial` (`id`, `name`, `description`, `company`, `date`, `status`) VALUES
669(29, 'Badroni Yuzirman', '"onya, lidah saya kaget. Kok enak banget, sulit dibedakan dengan yang di mall dan mahal itu. Saya pun berpikir, seandainya ada cabang Semerbak Coffee di dekat rumah saya, pasti saya sambangi tiap hari.', 'Founder Komunitas TDA ', '', 1),
670(36, 'Ninna', 'Rasa kopi yang ringan, membuat Semerbak Coffee nikmat di konsumsi oleh remaja sampai dewasa sehingga pangsa pasarnya lebih luas. Dengan harga jual yang terjangkau membuat bisnis ini jadi lebih cepat berkembang', 'mitra Semerbak Coffee Kemanggisan, Jakarta', '', 1),
671(30, 'Asoka', 'Sejak awal tahu mengenai Semerbak coffee, saya memang sudah mulai tertarik.Harga terjangkau dan bisa didapat dengan mudah dan rasa yang mantap merupakan nilai tambah yang tinggi di era cosmopolitan. Keinginan memulai usaha dengan modal terjangkau membuat saya berusaha untuk mencari tempat yang strategis. Alhamdulillah, atas ridho Nya, hari pertama saya laku 40 cup.kata pembeli , Rasa Starbucks tapi harga Semerbak....', 'mitra Semerbak Coffee Gunung Sahari Jakarta', '', 1),
672(35, 'Ahmida', 'Mungkin ini rezeki yang di tunjukan oleh Allah SWT kepada saya dan keluarga. Awalnya saya tidak menyangka peminat Semerbak Coffee akan sebanyak ini. Karena taste yang unik dan terbukti menguntungkan, saya lalu memutuskan untuk menambah satu outlet lagi.', 'mitra Semerbak Coffee Pekanbaru', '', 1),
673(37, 'Wira', 'Respons pelanggan positif, karena rasanya enak & fresh', 'mitra Semerbak Coffee Pangkalan Bun, Kaltim', '', 1),
674(38, 'Monica', 'Kopi cukup enak. kebanyakan pelanggan kita balik lagi', 'mitra Semerbak Coffee Serpong', '', 1),
675(39, 'Eko', 'Waralaba minuman kopi unik dan jarang, dibanding waralaba minuman teh yangsudah menjamur. Kelebihan lainnya, waralaba Semerbak Coffee dijual dengan harga yang terjangkau', 'mitra Semerbak Coffee Depok', '', 1),
676(40, 'Isnaeni', 'Alhamdulillah pembeli ada tapi belum banyak. Karena baru buka dan mungkin tanggal tua jadi uang saku mahasiswa sudah habis. Kalo soal rasa sih oke banget', 'mitra Semerbak Coffee Margonda Depok', '', 1);
677
678-- --------------------------------------------------------
679
680--
681-- Table structure for table `ms_to_do_list`
682--
683
684CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_to_do_list` (
685 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
686 `title` varchar(255) NOT NULL,
687 `description` text NOT NULL,
688 `date` varchar(15) NOT NULL,
689 PRIMARY KEY (`id`)
690) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=7 ;
691
692--
693-- Dumping data for table `ms_to_do_list`
694--
695
696INSERT INTO `ms_to_do_list` (`id`, `title`, `description`, `date`) VALUES
697(1, 'Lorem Ipsum 1', '<p><strong>Lorem Ipsum</strong> is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.</p>', '30/06/2010'),
698(3, 'Lorem Ipsum 2', '<p><strong>Lorem Ipsum</strong> is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.</p>', '30/06/2010'),
699(4, 'Lorem Ipsum 3', '<p><strong>Lorem Ipsum</strong> is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.</p>', '30/06/2010'),
700(5, 'Lorem Ipsum 4', '<p><strong>Lorem Ipsum</strong> is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry''s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.</p>', '30/06/2010');
701
702-- --------------------------------------------------------
703
704--
705-- Table structure for table `ms_upload`
706--
707
708CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_upload` (
709 `id` mediumint(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
710 `url` varchar(255) NOT NULL,
711 `category` varchar(10) NOT NULL,
712 `date` varchar(15) NOT NULL,
713 PRIMARY KEY (`id`)
714) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=6 ;
715
716--
717-- Dumping data for table `ms_upload`
718--
719
720
721-- --------------------------------------------------------
722
723--
724-- Table structure for table `ms_user`
725--
726
727CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_user` (
728 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
729 `username` varchar(100) NOT NULL,
730 `password` varchar(50) NOT NULL,
731 PRIMARY KEY (`id`)
732) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=2 ;
733
734--
735-- Dumping data for table `ms_user`
736--
737
738INSERT INTO `ms_user` (`id`, `username`, `password`) VALUES
739(1, 'admin', '123');
740
741-- --------------------------------------------------------
742
743--
744-- Table structure for table `ms_yahoomessenger`
745--
746
747CREATE TABLE IF NOT EXISTS `ms_yahoomessenger` (
748 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
749 `name` varchar(50) NOT NULL,
750 `id_yahoo` varchar(50) NOT NULL,
751 PRIMARY KEY (`id`)
752) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=17 ;
753
754--
755-- Dumping data for table `ms_yahoomessenger`
756--
757
758
759-- --------------------------------------------------------
760
761--
762-- Table structure for table `yourmailer`
763--
764
765CREATE TABLE IF NOT EXISTS `yourmailer` (
766 `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
767 `posisi` varchar(255) NOT NULL,
768 `email` varchar(255) NOT NULL,
769 `info` text NOT NULL,
770 PRIMARY KEY (`id`)
771) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=6 ;
772
773--
774-- Dumping data for table `yourmailer`
775--
776
777INSERT INTO `yourmailer` (`id`, `posisi`, `email`, `info`) VALUES
778(4, 'admin', 'madara_clan@live.com', '<h1><strong>Work with us</strong></h1>\r\n<p><strong></strong>Jika Anda ingin berdiskusi dengan kami tentang bagaimana cara mencari solusi untuk bisnis online Anda, silahkan hubungi kami di:</p>\r\n<p>T: +62 (21) 9480 869 2</p>\r\n<p>E: info@grinova.com</p>\r\n<p>or</p>\r\n<address><strong>[Head Office</strong>]</address>\r\n<p>Grinova Ltd.</p>\r\n<p>Jl. Bangun Nusa Raya No. 2A</p>\r\n<p>Cengkareng, Jakarta</p>');